Proyek Bermasalah, GMNI Desak Gubernur Copot Djafar Ismail dan Mirza Ahmad

Editor: BrindoNews.com author photo

Maskur J. Latif.

TERNATE, BRN
– DPD GMNI Maluku Utara mendesak Gubernur Abdul Gani mencopot Kepala Dinas PUPR, Jafar Ismail dan Kepala Bidang Cipta Karya Mirza Ahmad. Desakan pencopotan dari jabatan mereka itu lantaran keduanya terlibat sejumlah pekerjaan bermasalah. 

Proyek yang diklaim terindikasi bermasalah tersebut diantaranya pekerjaan fisik penataan kawasan strategi ibu kota provinsi-penyedia sarana area pameran UMKM yang tidak sesuai dengan dokumen perencaan, talud penahan ombak di Desa Samo, Kecamatan Gane Barat Utara, yang menggunakan material batu karang, pengerjaan ASIN III tahap I, dan proyek penahan tebing di Kelurahan Kalumata, Kota Ternate Selatan.

Dugaan kegiatan fisik yang terindikasi tersebut disampaikan oleh Ketua DPD GMNI Maluku Utara, Maskur J. Latif. Dari empat kasus itu, lanjut Maskur, cukup bukti Gubernur Abdul Gani Kasuba ambil tindakan tegas berupa memberhentikan keduanya.

“PPK dari proyak-proyek ini semuanya Mirza Ahmad yang juga Kabid Cipta Karya PUPR Maluku Utara. Empat paket ini juga diduga bermasalah,” terang Maskur, Senin 10 Januari.

Maskur menyatakan, tidak ada alasan bagi gubernur mempertahankan keduanya. Tidak serius dalam menangani proyek di internal PUPR jadi alasan kuat.

“Empat paket yang dikerjakan tidak sesuai peruntukan dan salah sasaran. Sebagai atasan, tugas kepala dinas wajib menegur kabid cipta karya atas kesalahan yang dilakukan, jangan hanya diam,” katanya.

“Untuk apa harus pertahankan Mirza Ahmad dan Jafar Ismail yang tidak mampuh kendalikan proyek secara teknis di dinas PUPR. Seperti pekerjaan talud penahan ombak di Desa Samo yang menggunakan batu karang sebagai material. Begitu juga pekerjaan fisik penataan kawasan strategi ibu kota provinsi-penyedia sarana area pameran UMKM yang tidak sesuai dengan dokumen perencaan dan gambar proyek,” sambungnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini