Pencegahan Perkawinan Dini di Halmahera Timur Butuh Kolaborasi dan Peran Bersama

publisher: BrindoNews.com author photo

Sitinur Ubaid.

HALTIM, BRN
- Kasus pernikahan anak usia dibawah 17 tahun rawan terjadi di 102 Desa di Halmahera Timur. Banyaknya para remaja yang menikah di bawah umur itu alasan beragam, salah satunya imbas pergaulan lingkungan tempat tinggal. 

Ketua TP-PKK Halmahera Timur, Sitinur Ubaid mengatakan pencegahan perkawinan anak butuk kolaborasi dan peran bersama. Terutama orang tua (keluarga), dinas pendidikan, KB P3A dan dinas kesehatan.

“Kami TP-PPK sangat prihatin dengan kasus pernikahan anak di bawah usia. Kasus semacam ini membuat anak-anak terpaksa kehilangan masa depan pendidikan. Untuk itu TP-PPK bakal mulai lakukan pencegahan di 2022,” kata Sitinur ketika disembangi Media Brindo Grup (MBG) di Kantor Bupati Halmahera Timur, Selasa, 18 Januari.

Sitinur mengemukakan, pemerintah dan masyarakat punya andil besar berperan mencegah, penggagalan, dan penanganan korban perkawinan anak. Kalau ini didiamkan, bisa jadi memicu tingginya kasus stunting di Halmahera Timur.

“Kasus stunting juga akan rawan terjadi dalam rumah anak di bawah umur jika semua pihak ikut diam dan tidak tanggap. Sebagai langkah pencegahan, TP PPK selanjutnya bentuk kelompok kerja di tingkat kecamatan dan desa untuk mencegah kasus pernikahan anak di bawah usia. Sekarang Desa Wailukum dijadikan desa Binaan kami TP PPK. Karena fokus kami bukan hanya kesehatan ibu hamil, bayi dan balita saja, pencegahan pernikahan anak di bawah usia dan stunting juga masuk dalam program super prioritas TP PPK Halmahera Timur,” sambung Sitinur.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, (KB) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Halmahera Timur, Amin Ambeua dikonfirmasi berdalih kalau urusan pencatatan presentase kasus pernikahan dini itu urusannya kementerian agama dan dinas kependudukan catatan sipil.

“Kami tidak memiliki data itu (Kasus pernikahan anak dibawah usia). Tapi langkah pencegahan kami selalu lakukan. Kami juga punya pusat informasi dan konseling remaja. Sementara bantuan untuk pasokan gizi bai kami lakukan terus,” sebutnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini