Kejari Ternate Dinilai Lambat Tangani Kasus Haornas

publisher: BrindoNews.com author photo

Roslan.

TERNATE, BRN
- Kejaksaan Negeri Ternate dinilai lambat menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Haornas 2018. Lembaga satya adhi wicaksana ini dianggap belum transparan menyelesaikan kasus yang diduga menyerat mantan Sekretaris Daerah Kota Ternate, M. Tauhid Soleman. 

Pendapat ini disampaikan oleh praktisi hokum, sekaligus Sekertaris DPD KAI Provinsi Maluku Utara, Roslan, ketika brindonews.com memintanya berkomentar perihal penanganan kasus yang dilakukan Kejaksaan Negeri Ternate, Sabtu kemarin, 15 Januari.

Roslan mengatakan, padahal dugaan korupsi anggaran kegiatan Haornas yang dianggarkan melalui APBD Kota Ternate sebesar Rp2,8 miliar dan APBN senilai Rp2,5 miliar tersebut sudah sudah dinaikkan ke penyidikan. Bahkan calon tersangkannya pun sudah dikantongi.

“Berharap kejaksaan lebih terbuka. Jikalau memang ada kendala dalam hal penetapan tersangka, yang mana jika merujuk pada KUHAP, maka sudah jelas bahwa suatu perkara dapat ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan maka penyidik sudah menemukan dua alat bukti yang sah. Dan jika telah terpenuhi minimal dua alat bukti, sudah dapat digunakan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” katanya.

Roslan mengemukakan, kejaksaan jangan hanya berjanji ke publik untuk mengumumkan tersangkanya. Guna meredam tuntutan atau sorotan, penanganan kasus ini harus disertai langkah kongkrit, salah satunya menetapkan tersangka.

“Pelakasana tugas Kepala Kejari Ternate saat ini juga merupakan Aswas Kejati Malut. Seharusnya bukan hal sulit untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja penyidik yang menangani kasus ini. Dan jika memang penyidik Kejaksaan Negeri Ternate tidak maksimal, maka kami berharap kasus ini diambil alih satu tingkat lebih tinggi yaitu Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Ini penting agar kinerja serta profesionalisme kejaksaan tidak dipertanyakan oleh publik,” ucapnya. 

Kejaksaan Negeri Ternate sebelumnya membeberkan bahwa penyidiknya telah menemukan hasil kerugian negara. Bahkan, siapa tersangkanya pun sudah diprediksi. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini