BPK Temukan Proyek Menara Masjid Agung Iqra Maba Bermasalah

publisher: BrindoNews.com author photo

Menara Masjid Agung Iqra Maba, Kota Maba, Halmahera Timur.

HALTIM, BRN
– BPK RI Perwakilan Maluku Utara menemukan masalah dalam proyek Menara Masjid Agung Iqra Maba, Kota Maba, Halmahera Timur. Masalah berupa keterlambatan pekerjaan tahap II itu salah satunya adendum. 

Pekerjaan yang melekat di Dinas Perkim Halmahera Timur ini menelan anggaran lebig dari Rp2 miliar. Proyek dengan nomor kontrak 600/50/SP.MNR.CK/DAU/DPERKIM-HT/IX/2019 itu dikerjakan CV. K dengan waktu 105 hari.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kontrak berakhir tanggal 31 Desember 2020. Sampai dengan akhir pemeriksaan 24 April 2021, pekerjaan belum diselesaikan oleh penyedia jasa. Sehingga, terdapat keterlambatan selama 114 hari terhitung mulai 1 Januari sampai 24 April 2021,” begitu tulis BPK dalam LHP yang dikutip Media Brindo Grup (MBG), Jum'at, 21 Januari.

Menurut BPK, keterlambatan pekerjaan tersebut mencapai 10,89 persen atau setara Rp275 juta lebih (tidak termasuk PPN). Perhitungan denda keterlambatan dihitung 1 per 1000 x 50 hari x Rp275.765.141,85. Selain itu, PPK juga belum mengenakan denda keterlambatan kepada penyedia jasa.

“Jangka waktu pekerjaan Menarah Masjid Agung Iqra Maba tahap II sesuai kontrak hanya 105 hari kalender. Pengawas kegiatan selain dari internal Disperkim yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direksi Lapangan, juga dilaksanakan oleh konsultan pengawas CV SE berdasarkan Kontrak nomor 600/07/SP-PL/PNGW.CK/DAU/DPERKIM-HT/IX/2019 tanggal 18 September 2019,” sebut BPK.

Lembaga pemeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan Negara ini menyebutkan, realisasi pembayaran atas pekerjaan baru 59,25 persen atau Rp 1.649.791.425 sesuai SP2D. Berdasarkan hasil audit, ditemukan pemberian kesempatan menyelesaikan pekerjaan belum dituangkan dalam adendum.

BPK bersama PPK dan penyedia jasa kemudian melakukan memeriksa fisik pekerjaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan pada tanggal 12 April 2021. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan pekerjaan belum selesai dilaksanakan sesuai kontrak.

“Berdasarkan keterangan PPK diketahui kondisi tersebut disebabkan bahan fabrikasi berupa kubah menara enamel belum selesai. Dari laporan kemajuan pekerjaan per 31 desember 2020 (akhir masa kontrak) diketahui pekerjaan baru mencapai 84,80 persen,” lanjut BPK.

Kepala Bidang Cipta Karya Disperkim Halmahera Timur, Jainudin Hi. Adam dikonfirmasi membenarkan keterlambatan pekerjaan tersebut. Menurut Jainudin, kelanjutan paket itu dilanjutkan pada tahun ini.

“Tahun ini pekerjaan dilanjutkan. Targetnya selesai secepatnya karena persiapan STQ 2023. Area-area sentral Masjid raya mau dikerjakan,” singkat Jainudin. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini