BPK Temukan Kejanggalan Proyek GOR Tahap II

Editor: BrindoNews.com author photo

Pekerjaan gedung olahraga (GOR yang dikerjakan CV. Nia Kusuma.

HALTIM, BRN
- Badan Pemeriksaan Keuangan atau BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara menemukan kejanggalan pada pekerjaan tahap dua gedung olahraga di Kota Maba, Halmahera Timur. Temuan tersebut termuat dalam LHP Nomor: 08.B/LHP/XIX.TER/05/2021 tanggal 19 Mei 2021. 

BPK menyebutkan, proyek dengan anggran Rp2.590.000.000. ini dikerjakan oleh CV. Nia Kusuma sesuai kontrak nomor :427/FSK-01/PPK/DISPORA-HT/VIII/2019, tertanggal 6 September 2019. Paket dikerjakan selama 114 hari.

“Proyek GOR belum selesai dikerjakan, tersisa 9,79 persen atau dengan selisih sebesar Rp207.972.237,60. Kontrak pekerjaan proyek GOR tahap II terdapat tiga kali perubahan kontrak,” tulis BPK dalam LHP, yang dikutip brindonews.com, Kamis, 13 Januari.

Pertama, adendum nomor 427/01/ADD/PPK/DISPORA-HT/XII-2019 tertanggal 28 Desember 2019. Kedua, adendum nomor 427/02/ADD/PPK/DISPORA-HT/IV-2020 tertanggal 29 April 2020, dan ketiga yaitu nomor 427/02/ADD/PPK/DISPORA-HT/IV-2020 tertanggal 29 Desember 2020.

BPK menilai addendum pemberian kepatan penyelesaian pekerjaan GOR tidak didukung jaminan pelaksana dan menghitung secara rinci nilai denda. Termasuk belum ada kejelasan dari penyesaian atau penghentian kontrak.

“PPK memberikan kesempatan penyelesaian pekerjaan selama 90 hari kalender (masa denda), terhitung 1 Januari sampai 31 Maret 2021 yang tertuang dalam adendum nomor 427/02/ADD/PPK/DISPORA-HT/IV-2020 tanggal 29 desember 2020. Dalam adendum ini tidak mengatur perpanjangan jaminan pelaksanaan,” sebut BPK.

PPK Pekerjaan GOR Kota Maba, Iwan Asep Hasanuddin mengakui adanya temuan BPK tersebut. Iwan mengatakan, pekerjaan GOR tahap II itu pihaknya tetap memberikan jaminan perpanjangan pelaksanaan. Pengembalian juga sudah disetor ke kas daerah oleh kontraktor perusahaan.

“Jadi hasil konsultasi dan saran dari  BPK untuk pengembalian saja. PHO serah terima dari tanggal masa adendum pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan sudah dilakukan. Jaminan pelaksanaan tetap diperpanjang, karena mereka sudah menyerahkan jaminan. Hitungan pengembalian dihitung dari Desember dan pihak CV Nia Kusuma sudah menyetorkan denda keterlamabatanya,” terang Iwan. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini