Apdesi Tikep Desak Percepatan Pekerjaan Jalan Payahe-Dehepodo

publisher: BrindoNews.com author photo

APDESI Tidore Kepulauan, saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku Utara. Polisi Pamong Praja dan beberapa anggota Polri tampak mengawal jalannya unjuk rasa.

SOFIFI, BRN
- Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia atau APDESI Kota Tidore Kepulauan, mendatangi Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi, Senin pagi, 17 Januari. 

Kedatangan massa  asksi terdiri dari kepala desa, staf dan masyarakat itu mendesak agar pekerjaan ruas jalan Payahe-Dahepodo, Oba Selatan, itu cepat diselesaikan. Mereka juga menyinggung kedisiplinan ASN.

Ketua APDESI Kota Tidore Kepulauan, Muchlis Malagapi menyatakan unjuk rasa yang diakukan ini murni atas keprihatinan akses jalan Payahe-Dahepodo.

Muchlis mengatakan, proyek peningkatan jalan ruas Payahe-Dehepodo Segmen Batulak-Nuku ini mestinya menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Pekerjaan senilai Rp46 miliar lebih tersebut selain dikerjakan tidak sesuai target waktu, juga berpotensi menambah beban bunga pinjaman.

“Rekanan yang mengerjakan pekerjaan ini yaitu CV Prinilea Prima dan melekat di Dinas PUPR Maluku Utara. Sedangkan sumber anggarannya dipinjam SMI,” kata Muchlis saat berorasi.


Muchlis menyebutkan, percepatan pembangunan infrastruktur di Oba Selatan harus masuk skala prioritas. Apabila tidak diselesaikan dalam jangka waktu tahun ini, dipastikan aka nada aksi lanjutan. 

“Intinya ruas jalan Payahe-Dahepodo harus selesai pada 2022. Kalau kemudian aspirasi ini tidak diakomodir sebagaimana pengakuan gubernur, kami akan melakukan aksi lagi. Kondisi jalan di Oba Selatan sangat memprihatinkan. Penyebab inilah kemudian menggugah nurani kami dan mendatangi kantor gubernur guna mengetuk nurani penguasa di di Gosale Puncak,” ucapnya.

“Meskipun  sudah ada perwakilan (13 kepala desa menemui Gubernur Abdul Gani Kasuba untuk membicarakan tuntutan kami), namun tidak membuat kami berhenti sampai di sini, tetap memastikan dan terus mengawal sampai terwujud,” sambung Muchlis. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini