Tidak Hadir, DPRD Ancam Bentuk Pansus Hasil Pilkades Halmahera Timur

Redaksi author photo

Yusak Kiramis.

HALTIM, BRN
- Komisi I DPRD Halmahera Timur berencana bakal membentuk panitia khusus atau pansus pemilihan kepala desa. Rencana ini menyusul panitia kabupaten mangkir dari panggilan mereka. 

Ketua Komisi I DPRD Halmahera Timur, Yusak Kiramis menyesalkan sikap panitia kabupaten yang tidak memenuhi panggilan rapat tersebut. Padahal, kata Yusak, pemanggilan rapat bersama itu guna membahas hasil pemilihan kepala desa dan 12 aduan sengketa yang berujung pemungutan suara ulang.

“Tujuan kami panggil mereka (panitia kabupaten) supaya dijelaskan soal itu (hasil pilkades dan 12 gugatan sengketa), cuma mereka tidak hadir dan kami sangat sesalkan. Minimal berikan alasan kenapa tidak hadir,” kata Yusak, ketika disembangi brindonew.com di kantor DPRD setempat, Rabu, 22 Desember.

Ketidakhadiran tersebut membuat Yusak geram. Politisi Demokrat itu bahkan mengancam bakal membentuk pansus untuk mengidentifikasi permasalahan hasil pemilihan kepala desa. Pembentukan pansus, lanjut Yudak, adalah hasil kesepakatan anggota Komisi I.

“Kami sudah bentuk (pansus). Pansus ini akan mengidentifikasi seluruh permasalahan pemilihan kepala desa di 35 desa yang melangsungkan pemilihan, termasuk desa yang berseketa. Selanjutnya tergantung rekomendasi pansus kepada Komisi I,” terangnya.

Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda Halmahera Timur, Ardiansyah Madjid mengaku belum mendapatkan surat panggilan dari DPRD. 

“Saya belum dapat surat itu. Mungkin di ada kantor, kebetulan kemarin saya ke Desa Pintatu jadi langsung istirahat di Sofifi dan rencana hari ini sudah balik ke Halmahera Timur,” ucap Ardiansyah. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini