Pakai Batu Karang, PPK dan Kontraktor Diduga Cari Untung

Redaksi author photo
Praktisi Hukum, Muhmmad Konoras

TERNATE, BRN – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor diduga mencari keuntung pada proyek pekerjaan talud penahan ombak dengan nilai pagu Rp 642.235.300 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Proyek pekerjaan talud penahan ombak yang dikerjakan CV. Herawati Pratama bisa di bilang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya  (RAB) dan Dokumen Pelaksana Anggaran dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara.

Praktisi Hukum Malut Muhammad Konoras kepada reporter brindonews.com belum lama ini mengatakan, selama ini belum pernah mendengar, ada proyek yang menggunakan material batu karang, kalaupun ada bagaimana nasib proyek tersebut kedepan.

Menurutnya, proyek penahan ombak yang dikerjakan CV. Herawati Pratama di Desa Samo Kecamatan Gane Barat itu ada dugaan mencari keuntungan antara PPK yang juga Kepala Bidang Cipta Karya Mirza Ahmad dan kontraktor dan itu sudah masuk kategori korupsi serta penyelagunaan kewenangan.

“Ada unsur mencari keuntungan dalam pekerjaan proyek penahan ombak atara PPK dan kontraktor,” ujar konoras. 

Pengacara kondang Maluku Utara ini menambahkan, harga batu karang dan batu hitam sangat jauh berbeda. Olehnya itu dirinya meminta kontraktor dan PPK bertanggungjawab atas penggunaaan anggaran yang bersumber dari APBD dan itu di atur dalam perpres tentang pengadaan barang dan jasa.

“Harga batu karang dan batu hitam itu sangat jauh berbeda, tetapi kenapa PPK dan kontraktor berani menggunakan meterial yang tidak ada dalam dokumen RAB,” katanya.  

Bukan hanya indikasi korupsi dan penyalagunaan kewenangan atas pekerjaan proyek tersebut, tetapi juga melanggar ekosistem laut. Daratan Halmahera itu penuh dengan batu hitam tetapi kenapa harus pakai batu karang.

Lanjut dia, soal penggunaan anggaran ini harus transparan. Terjadinya tindak pidana korupsi itu, karena ada unsur kesengataan baik itu kontraktor maupun pihak dinas dalam hal ini PPK

PPK proyek pekerjaan talud penahan ombak, Mirza Ahmad saat dikonfirmasi via handphone Minggu (5/12/2010) tidak ada respon. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini