Pakai batu Karang, Kabid Cipta Karya PUPR dan Kontraktor Diduga Kerjasama

Editor: BrindoNews.com author photo
Proyek Pekerjaan Talud penahan Ombak Gunakan Batu Karang.

TERNATE, BRN – Proyek Pembangunan Talud Penahan Ombak di Desa Samo, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, yang di kerjakan CV. Herawati Pratama dengan pagu anggaran senilai Rp. 642.235.300 yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2021, dinilai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ada-ada saja proyek penahan ombak itu harusnya digunakan material batu kali bukan meterian batu karang yang di ambul dari terumbu karang. Ini menandakan bahwa ada dugaan Kerjasama antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum, Mirza Ahmad yang juga Kepala Bidang Cipta Karya dan pihak kontraktor untuk meraup keuntungan.

Harusnya proyek tersebut tidak menggunakan batu yang berasal dari terumbuh karang, sebab itu sudah menghancurkan ekosistem laut dan  pelanggaran besar oleh pihak kontraktor.

Penjelasan tersebut diungkapkan Advokat Fadli S. Tuanane, ketika disembangi di Halaman Pengadilan Negeri Ternate, Rabu (1/12/2021).

Menurut Fadli, daratan Halmahera terdapat banyak batu kali, dan itu hampir di semua desa. Tetapi kenapa harus gunakan batu yang di peroleh dari laut untuk dijadikan material talud penahan ombak.

“Kalau alasan susah batu, itu hal yang naif dan mustahil. Karena daerah Halmahera itu banyak kali dan batunya juga banyak, kenapa harus ambil dan pakai terumbu karang, ini proyek yang aneh dalam pekerjaan,” ujar Fadli.

Dirinya juga menyalahkan kepada PPK Mirza Ahmad yang juga selaku kabid Cipta Karya Dinas PUPR Malut. Fadli menilai, lemahnya pengawasan dan tidak proaktif diduga penyebab terjadinya eksploitasi terumbu karang.

Padahal, lanjut Fadli, tugas dan tanggungjawab PPK itu wajib mengetehaui progress pekerjaan dilapangan.

Brindonews.com berupaya mengonfirmasi Mirza Ahmad. Namu konfirmasi yang dilakukan belum terhubung. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini