KAI Malut Minta Kejati Usut Proyek Operasional Pameran UMKM STQ

Editor: BrindoNews.com author photo

Perbandingan gambar proyek dalam dokumen perencanaan hasil dokumentasi lapangan.

TERNATE, BRN
- Praktisi hukum meminta Kejaksaan Tinggi Maluku Utara segera mengusut dugaan masalah pekerjaan fisik penataan kawasan strategi ibu kota provinsi penyedia sarana area pameran UMKM yang diduga bermasalah.

Roslan mengatakan, proyek operasional pameran UMKM STQ Nasional yang melekat di Dinas PUPR Maluku Utara ini diduga mengabaikan dokumen perencanaan. Arah gedung yang harusnya menghadap ke barat, dirubah ke arah timur. termasuk tidak dibuatkannya area parkir dan taman.

“Padahal, dalam dokumen perencaan ada itu (area parkir dan taman). Harusnya pekerjaan sesuai dokumen perencanaan, namun fakta dilapangan kontrakator dan pejabat pembuat komitmen patut diduga dengan sengaja mengabaikan hal itu,” kata Roslan, ketika kepada brindonews.com, Senin, 20 Desember malam.

Sekretaris DPD KAI Provinsi Maluku Utara itu mengemukakan, ketidaksesuaian tersebut dapat dikategorikan sebagai dasar atau pintu masuk penegak hukum untuk menyelidiki penyebabnya. 

“Pengumpulan data maupun keterangan bisa saja dilakukan. Langkah awal yaitu pihak-pihak yang terlibat harus dimintai keterangan guna membuat terang persoalan , termasuk KPA, PPK maupun konsultan pengawas,” ujarnya.

“Mengapa DPD KAI Provinsi Maluku Utara berpendapat demikian, karena dalam pengendalian suatu proyek, semua proses kegiatan dari awal sampai akhir harus ada kesesuaian antara rencana dan hasil kerja. Jika tidak, maka patut diduga telah terjadi tindakan yang bertentangan sehingga terjadi penyimpangan seperti dijumpai di lapangan,” sambungnya.

Roslan menambahkan, dugaan pengerjaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi itu harus disikapi serius oleh kejaksaan maupun kepolisian.

“Aparat penegak hukum lah punya wewenang menentukan ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum yang mengarah ke pidana. Apabila itu ditemukan (pelanggaran pidana) harus diusut tuntas,” terangnya.

Sekadar diketahui, bangunan tepat di samping kiri Masjid Raya Sofifi itu menelan anggaran senilai Rp3,9 miliar. Proyek dengan waktu pekerjaan 180 hari kerja itu nantinya difungsikan sebagai tempat produk UMKM dalam pelaksanaan STQ Nasional ke 26 tahun 2021.

Hanya saja tiba pelaksanaan STQ, bangunan tersebut belum ditempati para pelaku UMKM lantan belum selesai dikerjakan. Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek adalah Mirza Ahmad, sekaligus Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Maluku Utara. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini