Diduga Palsukan Berkas, Cakades di Halmahera Timur Dilaporkan ke Polisi

Redaksi author photo

Ilustrasi.

HALTIM, BRN
- Salah satu calon Kepala Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Halmahera Timur, Said Umar diLaporkan ke Polres Halmahera Timur. Mantan ketua BPD itu diadukan lantaran diduga memalsukan syarat pencalonan kepala desa. 

Munculnya dugaan tersebut berawal kejanggalan yang didapat pelapor, Ismail Hadi, warga sepetempat. Menurut Ismail, ada beberapa dokumen yang diduga dipalsukan.

“Seperti SKCK tertanggal 19 Juni 2021. Juga Ijazah Madrasah Aliyah Alkhairat dengan tahun kelulusan 10 Mei 1985,” katanya, Jumat, Jumat 17 Desember.

Kemudian sambung Ismail, surat keterangan tidak pernah terpidana dari Pengadilan Negeri Soasio. Surat nomor: 586/SK/HK/10/2021/PN-Sos, tertanggal 13 Oktober 2021 itu juga patut dicurigai. Sebab, stempel, tanda tangan, dan kop surat tertulis Pengadilan Negeri Soasiu, bukan Soasio. Tulisan kop surat pun putus-putus.

“Belakangan yang bersangkutan sudah pakai nama Said Gorua. Padahal, waktu menjabat Ketua BPD Patlean, namanya Said Umar. Yang saya tahu, pergantian marga harus melalui putusan pengadilan,” ucapnya.

“Dari awal kami sudah pertanyakan ke panitia desa terkait verifikasi berkas, tapi lagi-lagi panitia tetap menerima. Said Umar ini nama awalnya Said Gura, dan itu tertulis jelas dalam jabatan Ketua BPD Patlean periode 2012-2018. Bertepatan dengan momentum dan mau mencalonkan diri sebagai kepala desa, tiba-tiba namanya berubah dari Said Gura menjadi Said Umar,” Ismail menambahkan.

Ismail mengemukakan, ketidaksesuaian data kependukan itu ketika ia mencocokan KTP dan dan SKCK yang bersangkutan.

“Memang nama sama (Said Umar). Anehnya, SKCK dibuat 19 Juni 2021, sementara KTP 13 Oktober 2021. Harusnya buat KTP lebih dulu baru SKCK, tapi terbalik. Sudah dilaporkan ke Polres Halmahera Timur pada Kamis kemarin 16 Desember,” sambungnya.

Ismail menduga ada keterlibatan panitia yang mem-backup. “Toh panitia tidak temukan kejanggalan apa-apa. Ini dugaan pidana murni, karena itu saya berharap pihak polisi bisa proses sampai selesai,” ujarnya.

Kepala Reserse Kriminal Polres Halmahera Timur, IPTU. Abu Zubair Latupono dikonfirmasi mengakui belum mengetahui adanya laporan dugaan pemalsuan dokumen. 

“Nanti dicek dulu. Kan (laporannya) baru kemarin masuk bro, nanti tunggu disposisi dari pak kapolres dulu,” singkatnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini