Siswa Pengguna Aibon di Ternate Meningkat, Nela: Perlu Perhatian Pemerintah

Editor: BrindoNews.com author photo

Nurlaela Syarif.

TERNATE, BRN
- Penggunaan lem aibon dikalangan remaja, terutama pelajar di Kota Ternate diklaim meningkat. Perilaku kenakalan seperti itu tentunya harus mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. 

Peran pemerintah dalam membuat regulasi tentang larangan pembelian lem bagi remaja, termasuk pelajar. Pembatasan dan pemberian saknsi bagi penjual bertujuan memaksimalkan fungsi kontrol maraknya aksi pelajar ngelem atau mengisap lem aibon.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif mengemukakan, penangangan kenakalan remaja penting dan perlu campur tangan pemerintah. Sebab, peran orangtua saja tidak bisa untuk membuka simpul masalah.

Srikandi NasDem itu mengatakan, penangkapan remaja dan beberapa pelajar pengguna lem eha bon (aibon) secara beruntun menunjukan Pemerintah Kota Ternate harus turun gunung.

Keterlibatan pemerintah kelurahan, RT, RW, bhabinkamtibmas, pemuda dan pihak terkait lainnya sudah tentu membentuk fungsi pengawasan dan kontrol yang ketat terhadap prilaku remaja.

“Kemarin ditemukan sejumlah siswa pesta lem aibon (di Benteng Orange), dan malamnya kembali ditemukan sejumlah siswa dan remaja dengan kasus yang sama (menggunakan lem). Dinas sosial, P3A, kesehatan, dan dinas pemuda dan olahraga harus saling gandeng tangan untuk sama-sama menseriusi persoalan remaja di Kota Ternate saat ini. Karena kita tidak bisa menaruh tanggungajawab sepenuhnya pada orangtua mereka,” kata Nela, begita Nurlaela Syarif biasa disapa, saat diwawancarai di Kantor DPRD Kota Ternate, Selasa, 30 November. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini