PT.SMI Surati Gubernur Malut Terkait Ruas Jalan Wayatim-Wayaua

Editor: BrindoNews.com author photo
surat dari SMI untuk gubernur Malut

SOFIFI,BRN - Pemerintah Provinsi Maluku Utara akhirnya mendapatan surat balasan dari pihak PT.Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan nomor. S-934/SMI/DU/1121 tentang tanggapan permohonan pencairan Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas pinjaman. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba.

Dalam isi surat tersebut tertulis bahwa, permintaan pencairan anggaran proyek jalan ruas Wayatim-Wayaua belum bisa dipenuhi, sehingga permohonan pencairan belum bisa dilakukan oleh pihak PT. SMI. Olehnya itu pemrov malut diminta untuk menindaklanjuti dan berkonsultasi terlibih dahulu kepada Kementerian Dalam Negeri atas tindak lanjut proyek tersebut.

Alasan permohonan Pencairan belum bisa dilakukan, karena merujuk pada perjanjian pembiayaan nomor 14, tanggal 14 Oktober tahun 2020 ditandatangani di hadapan notaris Liestiawi, Wang S.H.,M.kn. Sementara Akta perjanjian pembayaan nomor 15. tanggal 14 Oktober tahun 2020 juga ditandatangani dihadapan notaris Wang S.H.,M.kn. dan Juga Perubahan pertama perjanjian pembiayaan nomor 15 dengan No PERJ-038A/SMI/0421 tanggal 14 April tahun 2020.

Sebelumnya surat gubernur Maluku Utara dengan Nomor.979/2620/G tanggal 28 Oktober tahun 2021 terkait perihal penarikan fasilitasi I pembiyaan tahap I untuk keperluang uang muka proyek jalan ruas Wayatim-Wayaua.

Selain itu juga, untuk ruas jalan matuting-ranga ranga,PT. SMI juga meminta agar pemprov Malut dapat melengkapi persyaratan penarikan yang diatur dalam perjanjian pembiyaan nomor 14 pasal 9. Akibatnya, surat gubernur Malut nomor 979/2619/G tanggal 28 Oktober tahun 2021 terkait permohonan penarikan fasiltas I pembiyaan tahap II untuk keperluan pembayaran angsuran progress pekerjaan belum bisa dilaksanakan.

Surat yang ditandatangani direktur Utama PT. Sarana Multi Infrastruktur  Persero Edwin Syahruzad, menrangkan, bersama ini dan sebagai mana yang disampaikan melalaui surat PT. SMI, kembali menyampaikan bahwa pemprov malut masa pemenuhan syarat efektif atas perjanjian pembiyaan nomor 15 telah berakhir pada tanggal 13 mei tahun 2021. Sehingga ruas jalan wayatim-wayaua belum bisa dicairkan pihak SMI.

Hingga berita ini ditayangakan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek ruas jalan Wayatim-Wayaua Muhammad Sale, saat dikonfimasi via handphone xxxxxx427 Jumat (26/11/2021) tidak aktif. (red/tim)  

Share:
Komentar

Berita Terkini