Polisi Periksa Ibu yang Diduga Aniaya Anak Kandung

Editor: BrindoNews.com author photo

Yanti Prawiro saat berada di Polsek Ternate Selatan.

TERNATE, BRN
- Polsek Ternate Selatan memeriksa Yanti Prawira atas dugaan kekerasan anak dibawa umur. Ibu yang kesehariannya menjual ikan asap di Pasar Inpres Bastiong itu dimintai keterangan usai dilaporkan ke polisi pada Kamis malam, 18 November.

Kapolsek Ternate Selatan melaui tim penyidik, Helmi mengatakan, Yanti dilaporkan oleh Gunawan Abubakar, salah satu penjuan ikan asap. Pengaduan ini berawal ketika Gunawan menghubungi Tim Pokdar Kamtibmas Bhayangkari Polda Maluku Utara dan Komunitas Maluku Utara Bersatu atau MUB.

“Mereka kemudian menjemput A (anak kandung Yanti yang menjadi korban kekerasan) di rumah Gunawan kemudian membuat laporan polisi di Polsek Selatan,” kata Helmi.

Helmi menyebutkan dalam kasus ini belum dilakukan terhadap Yanti. Yang bersangkutan bakal ditahan apabila dalam penyeledikan ditemukan dua alat bukti.

“Belum bisa di tahan. Masih dalam tahap penyelidikan, jadi ibu ini (Yanti Prawiro) bisa pulang. Kalau memenuhi dua alat bukti baru dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

A mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh usai dipukul ibunya, Yanti Prawiro. Gadis 15 tahun yang kini duduk di kelas IX SLTP ini dipukul ibunya lantaran terlambat membantu sang ibu menjual ikan asap di Pasar Inpres Bastiong,

Gunawan Abubakar mengatakan, keputusan melaporkan Yanti ke polisi lantaran tidak tahan lagi atas sikapnya yang suka main pukul. Bahkan, lanjut Gunawan, Yanti juga pernah memukul kakak kandung A hingga melewati batas.

“Sempat dilaporkan juga ke Polres Ternate, namun laporannya dicabut. Bukan cuma A saja, tapi kaka kandungnya, berinisial I juga demikian. Saya sendiri yang menyaksikan bahkan menolongnya. Kini terulang lagi dan A kembali menjadi korban. Kalau tidak percaya, tanyakan ke seluruh penjual ikan asap di Pasar Bastiong, bahkan mereka siap menjadi saksi,” katanya.

Ketua Bidang kaderisasi MUB, Larasati Abdul Habib menerangkan, A mengalami trauma usai mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari ibu kandung.

“Korban sementara bersama Aman Daurmala. Kalau prosesnya sudah selesai baru kita ke serahkan Pak Gunawan untuk dibawa pulang ke pihak keluarga. Soal mau atau tidak dan kalaupun memang dia masih trauma kita tidak bisa paksakan,” ujarnya.

Larasati mengatakan, dugaan kekerasan yang dialami A sudah berlangsung lama.

“A ini masih sekolah dan sekarang sudah kelas IX SLTP. Kita akan tetap pantau dan terus berkoordinasi dengan  LSM Daurmala (sebuah LSM yang konsen terhadap issue-issue kekerasan anak dan perempuan),”  sebutnya. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini