Pemkot Ternate Siapkan Skema Digitalisasi Kontrol Kebocoran PAD

Editor: BrindoNews.com author photo

Kantor Wali Kota Ternate.


TERNATE, BRN
- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate tengah menyiapkan skema baru mengontol sektor pendapatan asli daerah atau PAD. Metode dengan mengandalkan digitalisasi ini diklaim mampuh mengontrol kebocoran pendapatan tersebut.

Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman mengatakan sistem digitalisasi yang dipakai itu bertujuan membantu dan mempermudah celah kebocoran PAD. Tauhid mengaku rencana penerapan kontrol sudah mendapat dukungan DPRD.

“Semua pendapatan setiap hari akan diikuti lewat perkembangan sistem, jadi pendapatan akan datang bakal setiap saat dan meningkat terus. Karena pemerintah butuh pembiayaan pembangunan, kalau berharap secara viskal begitu lebar maka akan sulit,” sebut Tauhid, Senin 1 November.

Tauhid menyatakan penerapan digitalisasi jauh lebih efektif dibanding control manual. “Supaya pendapatan kita baik, pajak dan retribusi pun lebih maksimal,” ucapnya.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly pun satu persepsi dengan M. Tauhid Soleman. Rizal menyebut, penerikan retribusi  nantinya dikontrol melalui monitor.

“Optimalisasi ini penting. Karena harapan pemerintah memanilisir kebocoran itu butuh instrumen, dan ini merupakan salah satunya. Awal 2022 sudah mulai kita terapkan sistem digitalisasi,” ujarnya.

Rizal mengatakan, pemberlakuan digitalisasi tersebut bakal mulai disosialisasikan pada Desember mendatang. Objek sasarannya mencakup semua OPD-OPD pengelola PAD, termasuk pedagang dan masyarakat.

“Sehingga pedagang ataupun masyarakat saat belanja di pasar itu mereka tidak lagi bayar di petugas. Penarikannya melalui transaksi tunai kemudian menggunakan keyboard barkot. Setelah ada notifikasi atau pembetahuan dengan sendirinya memberi informasi lewat ponsel (WhatsApp) masing-masing pedagang,” ucapnya.

Plt. BPR2D Kota Ternate, Jufri Ali menambahkan, pengontrolan PAD melalui teknologi ini sudah sesuai pembaruan dari kementerian keuangan.

“Sudah ada dua alat yang kita pasang di hotel maupun restoran. Petugas jaga itu disediakan alat scan, jadi ketika hendak masuk pasar, alat yang dilengkapi sensor scanner dengan sendirinya mereka DG sepeda/mobil. Dengan begitu, celah atau kebocaran sudah bisa diantisipasi,” ujarnya. (ves/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini