Pemilik Lahan Ruas Jalan Saketa-Dahepodo Tagih Utang

Editor: BrindoNews.com author photo

Papan proyek ruas jalan Saketa-Dehepodo.

TERNATE, BRN - Pemerintah Provinsi Maluku Utara memiliki utang pembebasan lahan ruas jalan Skaeta-Dehepodo seniai  Rp800 juta lebih. Nominal ini terdiri dari ganti rugi lahan Rp.700 juta lebih, dan tanaman Rp90 juta lebih. 

Pemilik Lahan, Hengky Lohonauman mengatakan total tunggakan utang yang harus dibayarkan kepadanya senilai Rp858.750.000. Total ini dihitung berdasarkan NJOP.

“Luas lahan saya  600x16 meter persegi. Kerugian akibat penyerobotan lahan dan pengrusakan tanaman ini harus dibayar tunai, tidak boleh cicil,” sebut Hengky, ketika dihubungi brindonews.com, Kamis kemarin.

Hengky menyebutkan, menyangkut penyerobotan lahan atas pengerjaan ruas jalan Saketa-Dehepdo ini melalui penasehat hukumnya, Abdullah Adam telah melayangkan somasi hukum pada Maret 2021 lalu. Hanya saja teguran itu tidak digubris oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. 

“Lahan saya diserobot. Harusnya kan dibebaskan dulu baru mulai pekerjaan. Saya sudah ajukan permohonan pembayaran utang, tapi hasilnya tidak ada titik terang,” ucapnya. (jy/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini