Nela: Kasus Kekerasan Anak di Ternate Perlu Campur Tangan Pemerintah Daerah

Editor: BrindoNews.com author photo

Nurlaela Syarif.

TERNATE, BRN
- Dugaan kekerasan yang dialami A beberapa waktu lalu menyita perhatian Komisi III DPRD Kota Ternate. Komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat ini menilai, kasus yang menimpah gadis yang masih dibawah umur itu perlu dikawal bersama. 

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif mengemukakan, apa yang dilakukan ibu kandung A merupakan pengeksploitasi ruang privat keluarga. Padahal, secara regulasi anak dilindungi undang-undang tentang perlindungan anak.

“Meskipun kejadian itu merupakan ruang privasi keluarga, namun itu tidak seharusnya dilakukan. Anak itu telah dilindungi oleh undang-undang,” kata Nela, sapaan akrab Nurlaela Syarif.

Nela mengatakan, pemerintah daerah boleh saja mengintervensi dalam hal perlindungan terhadap A. Campur tangan pemerintah sebagai upaya perwujudan Kota Ternate sebagai kota ramah anak.

Selain itu, Dinas DP3A Kota Ternate selaku OPD terkait melakukan pendampingan dan memberikan pencerahan, termasuk edukasi terhadap ibu kandung A. ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan peran pemerintah daerah, termasuk pihak kepolisian.

“Meskipun secara sanksi pidana juga telah diatur dalam undang-undang perlindungan anak. Namanya juga ruang privat yang harus dilindungi, maka sudah pasti di situ ada memelihara dan membina, namun kalau anak sudah tidak nyaman lagi dalam lingkungan keluarga sendiri bagaimana?. Takutnya, anak-anak kita akan terjerumus dalam hal-hal yang kita tidak inginkan,” ujarnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini