Kadikbud Malut Tantang Kuntu Daud Buktikan Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek

Editor: BrindoNews.com author photo

Imam Makhdy Hassan - Kuntu Daud.

SOFIFI, BRN
- Kasus dugaan suap jual beli jabatan kepala sekolah diinternal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara kembali disuarakan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Imam Makhdy Hassan meminta Ketua DPRD Kuntu Daud membuktikan siapa oknum yang disebut terlibat dalam kasus jual beli jabatan dimaksud.

“Jangan asal berkomentar di media kalau tidak memiliki bukti valid. Dinas menanggap apa yang disampaikan Ketua DPRD Malut di media itu semuanya hoaks, kalau tidak bisa dibuktikan. Jangan-jangan ketua DPRD juga terlibat mengamankan (titipan) jabatan kepala sekolah (kepsek),” kata Imam Makhdy, Rabu, 17 November.

Imam Makhdy meminta Kuntu Daud menjadwalkan ulang pertemuan bersama dinasnya guna membahas rumor dugaan jual beli jabatan kepsek. Ini dilakukan untuk mengetahui kepastian letak kesalahan.

“Apakah dinas yang salah atau Ketua DPRD yang salah. Jika diiyakan dan pertemun ulang, kami akan sampaikan semua siapa-siapa yang menghubungi dinas dan menitipkan nama kepsek untuk dilantik,” bebernya.

Imam Makhdy menambahkan, untuk membuktikan dugaan tersebut, dinasnya sudah memiliki bukti kuat siapa oknum yang terlibat jual beli jabatan.

“Bahakn ada oknum yang meminta dinas untuk melantik orangnya (titipan) sebagai kepsek. Jadi ketua DPRD tolong buktikan siapa dan di mana terjadinya praktek kotor tersebut,” ujarnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini