Gubernur Malut Minta Inspektorat dan Kejaksaan Telusuri Proposal Bantuan Dana ke PT. NHM

Editor: BrindoNews.com author photo

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (kedua dari kanan) dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kedua dari kiri) saat jumpa pers di Hotel Sahid Bella Ternate.

TERNATE, BRN
- Gubernur Abdul Gani Kasuba, meminta Inspektorat dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menelusuri proposal sponsorship pengembangan Studio Bidadari Sofifi. Penelusuran dilakukan guna mencari tahu alasan dan peruntukan bantuan dana tersebut. 

Gubernur dua periode ini mengaku sudah memerintah inspektorat kajaksaan turun tangan menelusuri perihal dukungan dana dimaksud. Proposal yang ditandatangani Karo Humas Pemerintah Provinsi Maluku Utara Rahwan K. Suamba ke PT. NHM tersebut perlu ditindaklanjuti.

“Saya sudah perintahkan inspektorat telusuri permintaan bantuan itu. Apalagi dalam proposal ini dicantumkan nomor rekening NPWP atas pribadi,” kata Abdul Gani saat jumpa pers di Hotel Sahid Bella Ternate, usai rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi, Rabu 10 November.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Alexander Marwata menyebutkan, gratifikasi acap kali menjadi akar korupsi. Menyangkut proposal bantuan dana ke perusahaan harus ditelusuri.

“Boleh saja dilakukan (meminta bantuan dana ke perusahaan) kalau sudah disetujui (DPRD). Apakah perihal permintaan bantuan ini sudah ada persetujuan atau belum perlu ditelusuri, termasuk apa peruntukannya dan digunakan untuk apa dan bagaimana pertanggungjawabannya,” sebutnya.

Alexander mengatakan, yang perlu ditelusuri adalah apakah Studio Bidadari Sofifi sudah dibiayai pemerintah daerah atau belum. Ini dilakukan guna mengantisipasi dobbel sumber anggaran yang bermuara pada tindak pidana korupsi atau bahkan gratifikasi.

“Gratifikasi itu lebih banyak dilakukan sembunyi-sembunyi, jadi harus ditelusuri. Pak Gubernur sudah disampaikan kalau inspektorat lah yang akan lakukan klarifikasi terhadap permasalahan dugaan penerimaan gratifikasi dijajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” ujarnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini