DPD KNPI Haris Pratama dan Abdul Aziz Sepakat Bersatu

Editor: BrindoNews.com author photo

Imanullah Muhammad (peci hitam) dan Surahman Hadar (ketiga dari kiri) salam kompak sembari meperlihatkan MoU yang ditelah diteken.

TERNATE,BRN
- Dua Kepengurusan DPD KNPI Maluku Utara memutuskan bersatu. Komitmen bersatunya KNPI hasil Kongres Lombok dan kubu Haris Pratama itu setelah Surahman Hadar dan Rusdi Yusuf bersepakat. 

Penyatuan persepsi ini ditandai dengan penandatangan MoU di Hotel Gamalama Indah, Jalan Sultan M. Djabir  Sjah, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Sabtu malam, 13 November.

Sekretaris DPD KNPI Maluku Utara kubu Haris Pratama, Imanullah Muhammad menyebutkan, keputusan menyamakan persepsi dua versi kepengurusan DPD KNPI ini didasari atas kesadaran dan kemauan bersama. Ini dilakukan selain mempersatukan pemuda, menghilangkan sekat-sekat menjadi tujuan lain dari penyatuan.

“Ini merupakan hasil komunikasi dan koordinasi yang dibangun  beberapa bulan lalu. Hasilnya Ketua DPD KNPI kubu Suharman Hadar versi kongers Lombok itu bergabung dan menyerahkan tapuk kepemimpinan nya bersama KNPI kubu Haris Pratama. Mudah-mudahan momentum malam ini dapat memotivasi teman-teman di kubu Noer Fajrieansyah yang diketuai Imran Saleh untuk bisa bergabung. Saya pikir sudah saatnya kita bersatu untuk pembangunan Maluku Utara yang lebih baik,” ujarnya.

Imanullah menambahkan, upaya penyatuan kepengurusan KNPI di Maluku Utara terus dilakukan. Menurut Imanullah, apa yang diusahakan itu sudah sesuai hasil kongres di Kota Bogor pada 2018 lalu yang dimenangkan Haris Pratama.

“Jadi langkah-langkah berikutnya yang kita lakukan adalah mengajak teman-teman di kubu Noer Fajrieansya untuk bergabung bersama kami. Itu komitmen kami,” ucapnya.

Ketua DPD KNPI Maluku Utara versi Abdul Aziz, Surahman Hadar menyatakan,  semangat menyamakan presepsi dalam rangka membangun kebersamaan pemuda di Maluku Utara, termasuk bertujuan untuk pengembangan organisasi dan masa depan daerah. 

“Karena itu malam ini kami menyatakan sikap menyatukan kepengurusan. Kita sudah seharusnya berpikir bagaimana menyatukan program, karena itu tidak perlu lagi ada ego sektoral KNPI, kilangkan ego sektoral antara pemuda di Maluku Utara. Saya kira ini yang paling pokok,” ungkapnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini