Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Tinggi Panggil Gubernur dan Wakil Gubernur

Editor: BrindoNews.com author photo

Iskandar Yoisangadji (kiri) dan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (kakan).

TERNATE, BRN
- Praktisi hukum, Iskandar Yoisangadji mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara segera memanggil dan meminta keterangan kepada Gubernur Abdul Gani Kasuba dan Wakil Gubernur M. Ali Yasin. Pemanggilan kedua pejabat itu dapat diklaim membuka jalan dugaan korupsi anggaran makan minum di Biro Umum dan Perlengkapan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Iskandar menyatakan, dugaan korupsi uang makan minum atau mami itu tidak boleh dianggap sepeleh. Apalagi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Dade Ruskandar, terlanjur berkomentar di media massa.

“Dihadapan para awak media Pak Dade menegaskan kasus ini tetap melakukan penyelidikan, meskipun mereka belum terima laporan oknum siapa-siapa saja yang terlibat dugaan ini,” kata Iskandar mengulangi pernyataan Dade Ruskandar, Selasa, 12 Oktober.

Iskandar mengatakan, dugaan kasus korupsi anggara mami bisa menemu titik terang apabila Geburnur dan Wakil Gubernur Maluku Utara ikut dipanggil dan dimintai keterangan atau klarifikasi.

“Inikan menyangkut dengan LKPJ 2020, dan disitu dianggap ada temuan. Agar lebih terang lagi, apakah pak gubernur dengan wakil gubernur bisa dipanggil untuk dimintai klarifikasi atau tidak. Itu yang jadi masalah. Keduanya dipanggil hanya untuk membuat terang, apakah di dalam ada peristiwa pidananya atau tidak, sebab ini masih terkait dengan permintaan keterangan,” sebutnya.

Sekadar diketahui, dalam penanganan dugaan kasusi Kejaksaan Tinggi Maluku Utara telah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya mantan bendahara Gubernur Abdul Gani Kasuba, Sekretaris Provinsi Samsuddin A. Kadir, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Jamaludin Wua dan bendahara Biro Umum dan Perlengkapan. (jy/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini