Pendemo dan Keluarga NU Desak Polisi Tangkap Dua Pelaku yang Berkeliaran

Editor: BrindoNews.com author photo

Pendemo dari Himpunan Mahasiswa Islam saat menggelar aksi di Polda Maluku Utara. Tuntutan mereka pun sama, yaitu mendesak polisi mempercepat penyelidikan dan menjerat para terduga pelaku dengan pasal hukuman mati.

TERNATE, BRN
- Ratusan mahasiswa dan keluarga korban pemerkosaan di Halmahera Tengah mendatangi Kantor Polda Maluku Utara, Senin pagi, 18 Oktober. Kedatangan mereka guna menggelar demonstrasi mengawal proses hukum para tersangka pemerkosa NU.

Masa aksi yang mengatasnamakan Front Perjuangan Almarhumah NU (korban pemerkosaan) itu salah satunya mempercepat proses penyelidikan dan menuntut para tersangka dijerat pasal hukuman mati.

Koordinator aksi, Sahrul La Ode Mursal Musa mengatakan, unjuk rasa yang digelar itu bentuk pengawasan terhadap kepolisian dalam penanganan kasus yang berujung meninggalnya NU.

“Dua terduga tersangka dalam kasus ini masih berkeliaran, karena itu segera mungkin ditangkap. Kami juga mendesak Polda Maluku Utara mencopot Kapolres Halmahera Tengah AKBP. Nico A. Setiawan apabila kasus ini lambat ditangani,” terang Sahrul.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Adip Rojikan menyatakan, Polda Maluku Utara sebagai pembina teknis selalu memonitor perkembangan penyelidikan. Para tersangka siap dilimpahkan ke jaksa kalau alat bukti dinyatakan cukup.

“Ketika audit penyidik itu lalai, maka pihak Irwasda maupun satuan Polisi Dit Propam bisa melakukan pemeriksaan kepada penyidik disana (Polres Halmahera Tengah). Intinya, semua jajaran baik Mabes maupun polres itu menghendaki keadilan hukum yang adil sebagai perintah kapolri, yaitu tegakan hukum yang berkeadilan,” ucapnya.

Menyangkut informasi dua terduga tersangka lainnya, lanjut Adip, nantinya disesuaikan dengan keterangan empat tersangka yang sudah ditahan. Pendalaman keterangan nantinya terus dilakukan guna mengungkap apakah ada keterlibatan tersangka lain atau tidak.

“Keterangan empat tersangka ini akan dikembangkan. Berapa orang yang terlibat dalam kasus ini harus dibuktikan dengan alat bukti. Para tersangka dijerat Pasal 340 (pembunuhan berencana) dengan ancaman hukuman mati,” ucapnya. (jy/red)

 

======

Catatan Redaksi: Berita ini sudah direvisi satu kali untuk memperbaiki judul. Sebelumnya ditulis “Pendemo dan Keluarga Pemerkosa NU Desak Polisi Tangkap Dua Pelaku yang Berkeliaran” telah dihapus dan diralat menjadi Pendemo dan Keluarga NU Desak Polisi Tangkap Dua Pelaku yang Berkeliaran” seperti tertera diatas. Atas kekeliruan ini redaksi brindonews.com meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf juga atas ketidaknyamanannya.
Share:
Komentar

Berita Terkini