Mukhtar Adam: Kenaikan PAD Bebani Pelaku Bisnis dan Mama-mama di Pasar

Editor: BrindoNews.com author photo

Mukhtar Adam.

TERNATE, BRN
-Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Ternate setiap tahunnya mengalami kenaikan. Peningkatan target pendapatan dalam merealisasi belanja tersebut justru dianggap membenani pelaku bisnis, termasuk pedagang.

Akademisi Unkhair Ternate, Mukhtar Adam menyebutkan, kebijakan Pemerintah Kota Ternate menaikkan PAD yang membebani pajak kepada pelaku bisnis dan retribusi pasar ditengah pemulihan ekonomi berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.

“Penduduk miskin berpotensi bertambah. Karena kenapa, kalau pemerintah baca mendalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi, pembenannya itu kepada masyarakat. Jadi kalau pemerintah kota naikkan katakanlah pajak bumi bangunan, maka masyarakat di kampung-kampung dipaksa untuk mengejar target PBB-nya. Kalau itu yang dikejar retribusi, maka pelaku usaha, UMKM, dan ibu-ibu pedagang di pasar pun sama (mengejar target),” kata Mukhtar ketika disembangi di Istana CafĂ©, Minggu malam, 3 September.

Dosen Ekonomi Unkhair Ternate itu mengemukakan, peningkatan penduduk miskin bisa saja terjadi jika dipicu inflasi. Inflasi yang bergerak naik sudah tentu memengaruhi daya beli yang berefek pada kurangnya pembeli dan turunnya pendapatan.

“Pemerintah Kota Ternate harus berpikir extraordinary. Pemerintah yang hebat akan menyatakan free pajak dulu, agar para pelaku bisnis bisa recovery (pemulihan) ekonomi,” ujarnya.

“Negara saja mengurangi pendapatan dari pajak. Bahkan negara memberikan stimulus pajak kepada banyak pelaku bisnis sehingga pajaknya turun. Masa Pemerintah Kota Ternate malah menaikkan PAD. Pelaku-pelaku bisnis (terutama hotel, penginapan dan restauran) dan UMKM kita sedang alami ancaman resesi ekonomi, bebaskan pajak dan retribusi pasar untuk selamatkan perdagangan dari ancaman resesi,” tambahnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini