Kejati Malut Maraton Periksa Kasus Anggaran Mami dan Media

Editor: BrindoNews.com author photo

Infografis.

TERNATE, BRN - Kejaksaan Tinggi Maluku Utara terus menyelidiki tindak pidana korupsi anggaran makan minum pada Biro Umum Setda Maluku Utara. Juga dugaan anggaran operasional pemeliharaan kantor dan fraud BBM di Biro Umum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Dade Ruskandar menyatakan pihak tetap menangani kasus yang diduga menyeret Karo Umum Jamaludi Wua.

Hanya saja, sambung Dade, dalam penanganannya belum bisa dipastikan siapa oknum-oknum yang terseret dan ikut menikmati aliran dana tersebut.

“Saat ini tim masih fokus melakukan pemeriksaan, setelah itu baru bisa diketahui siap oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini. Yang pasti kita tetap proses dugaan kasus yang melekat di Biro Umum ini,” kata Dade Ruskandar, Senin (4/10).

Dade menegaskan siappun yang nantinya terlibat tetap diproses. “ Termasuk kalau ada oknum yang sengaja bermain-main dalam kasus ini, kita periksa. Diusut sampai tuntas,” sebutnya.

Perlu diketahui, dalam penanganan kasus ini kejaksaan tinggi telah memeriksa Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir selaku penanggung jawab anggaran di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dugaan korupsi uang mami ini ditemukan Panitia Khusus DPRD terhadap LKPJ Gubernur Maluku Utara tahun 2020. Dalam laporan iu, DPRD menemukan beberapa item penggunaaan anggaran yang belum diyakini peruntunkannya, yaitu penyediaan makan minum senilia Rp.10.946.658.000 yang realisasi hanya Rp9.946.757.840.

Pansus DPRD juga menemukan realisasi biaya penyelenggaraan operasional pemeliharaan kantor Rp1.170.630.759 dari anggaran Rp.1.304.541.500. Termasuk penggunaan anggaran lainnya di Biro Umum yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan dibuktikan hingga batas waktu akhir konfirmasi.

Sedangkan anggaran penyelenggaraan operasional pemeliharaan kantor senilai Rp1,3 miliar yang realisasinya hanya Rp.1,1 miliar. (jy/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini