Kejati Maluku Utara Periksa 11 Saksi Dugaan Kasus Anggaran Mami

Editor: BrindoNews.com author photo

Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

TERNATE, BRN
- Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Maluku Utara mengonfirmasi sebanyak 11 orang saksi telah diperiksa. Belasan saksi itu dimintai keterangan atas kasus dugaan korupsi anggaran makan minum di Biro Umum dan Perlengkapan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Richard Sinaga menyebutkan, mereka yang diperiksa dan dimintai keterangan itu terdiri dari pengelola atau penggunan anggaran dan pihak ketiga.

“Pendalaman keterangan ini masih terus dilakukan, dan tidak menutup kemungkinan pihak lain juga akan dipanggil,” kata Richard, Rabu, 13 Oktober.

Richard mengatakan, permintaan keterangan yang dilakukan itu bertujuan membuat terang dugaan yang ditengah ditangani penyidik pidana khusus.

Sekadar diketahui,  mencuatnya dugaan korupsi anggaran makan minum atau mami senilai lebih dari Rp.10 miliar di biro umum dan perlengkapan itu bermula ketika Geburnur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba menyampaikan laporan LKPJ 2020.

Dari laporan itu, Panitia Khusus LKPJ menemukan beberapa item anggaran di biro Umum dianggap janggal. Salah satunya anggaran mami senilai Rp.10.946.658.000 yang realisasinya hanya Rp.9.946.757.840. Kemudian ada realiasi anggaran penyelenggaraan operasional pemeliharaan kantor senilai Rp.1.170.630.759 dari total Rp.1.304.541.500.

Atas temuan tersebut, Panitia Khusus LKPJ kemudian mengeluarkan rekomendasi pertanggungjawaban. Hingga batas waktu konfirmasi, Biro Umum dan Perlengkapan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak menindaklanjuti atau memasukkan penjelasan penggunaan anggaran tersebut. (jy/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini