Gubernur Malut Akui “tara tau” Besaran Anggaran Mami di Biro Umum

Editor: BrindoNews.com author photo

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. (sumber foto: habartimur).

SOFIFI, BRN
- Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, mengaku belum mengetahui besaran uang makan minum atau mami yang melekat di Biro Umum dan Perlengkapan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Pernyataan ini disampaikan ketika disembangi sejumlah awak media di Sofifi, Senin, 11 Oktober.

Abdul Gani mengatakan, anggaran mami yang dikelolah biro umum itu terbagi beberapa item. Pertama, biaya mami gubernur dan wakil gubernur, sekretaris daerah, dan pihak keuangan.

“Uang mami di biro umum itu, ada sekda punya, gubernur punya, wakil gubernur punya, dan keuangan. Jadi kalau dong (mereka) bilang itu Rp.10 miliar, saya me tara tau (tidak mengetahui) lagi,” kata Abdul Gani.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin A. kadir mengaku besaran uang mami di biro umum dan perlengkapan senilai lebih dari Rp.10 miliar itu diakibatkan salah posting. Akibat kesalahan tersebut, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Jamaluddin Wua dipanggil dan diinterogasi oleh Panitia Khusus LKPJ DPRD Maluku Utara.

 

“Saya marah ke bappeda. Saat posting anggaran sekretariat daerah, kenapa diposting di kolom anggaran biro umum,” kata Samsuddin, Rabu, 29 September lalu.

 

Sekadar diketahui, kejanggalan uang mami tersebut terungkap dalam LPKJ Gubenur Maluku Utara. Panitia Khusus LKPJ DPRD Maluku Utara menemukan ada ketidaksesuai antara anggaran dan belanja.

 

Diantaranya realisasi penyediaan makan minum senilai Rp.9.946.757.840, dari total anggaran Rp.10.946.658.000. Lalu anggaran penyelenggaraan operasional pemeliharaan kantor senilai Rp.1,3 miliar yang realisasinya hanya Rp.1,1 miliar. Kejanggalan ini tidak bisa dipertanggungjawabkan maupun dibuktikan hingga batas waktu akhir konfirmasi rekomendasi Panitia Khusus LKPJ DPRD Maluku Utara. Kini, dugaan korupsi tersebut ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini