Dua Tersangka Tipikor Bendung dan Irigasi di Sula Terancam Penjara Seumur Hidup

Editor: BrindoNews.com author photo

Kombes (Pol) Adip Rojikan.

TERNATE, BRN
- Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Maluku Utara menyerahkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi atau tipikor penyalahgunaan dana pekerjaan bendung dan jaringan irigasi. Dua orang ditetapkan tersangka dalam pekerjaan yang dikerjakan PT. AMK itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Adip Rojikan mengatakan, penyerahan berkas tahap satu ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara terhitung 21 Oktober 2021 kemarin.

“Dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi pada tahun 2018 dan 2019. pekerjaan  dengan nilai kontrak Rp. 9.793.609.134,- yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Kepulauan Sula ini merugikan keuangan negara atau daerah senilai Rp.2.072.951.119,” kata Adip melalui keterangan tertulis yang diterima brindonews.com, Selasa 26 Oktober.

Adip menyatakan, dalam kasus ini sebanyak 21 saksi dan tiga ahli sudah diperiksa. Hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti, MS dan ML ditetapkan tersangka.

”Berkas perkara kedua tersangka sudah diserahkan ke jaksa penuntut umum. Keduanya disangkakan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Serta denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 miliar,” ucapnya. (jy/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini