BWS Malut: P3TGAI Bertujuan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Editor: BrindoNews.com author photo

Kepala BWS Maluku Utara, Kalpin Nur (tengah) didampingi Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan BWS Maluku Utara, Indra Kurniawan (kiri), dan PPK Operasi dan Pemeliharaan BWS Maluku Utara, Ruslan Rizal (kana) saat menggelar jumpa pers di Hotel Molokai, Morotai, Rabu, 6 Oktober kemarin.

TERNATE, BRN
- Balai Wiayah Suangai atau BWS Provinsi Maluku Utara menanggapi adanya kabar pemerasan yang diduga dilakukan oknum Konsultan Manajemen Balai terhadap Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau P3-TGAI.

Kepala BWS Maluku Utara, Kalpin Nur menyatakan, dugaan kasus yang melibatkan dua oknum Konsultan Manajemen Balai (KMB) telah diserahkan ke pihak berwajib untuk diproses hukum. Pelaporan polisi itu sesuai hasil mediasi yang keduanya disinyalir tidak ada itikad baik mengembalikan uang hasil pungutan, bahkan terindikasi telah berupaya menyudutkan institusi.

“Semua bukti-bukti tindakan pungutan liar  telah dilaporkan secara resmi oleh pihak kelompok P3A ke kepolisian. Informasi terakhir yang saya terima, laporan pengaduan P3A ini sudah masuk di Polres Halmahera Utara,” ujarnya.

Kalpin menjelaskan, P3TGAI merupakan kegiatan padat karya yang bertujuan meningkatkan prasarana irigasi yang pelaksanaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat petani. Peningkatan hasil panen dan meningkatkan pendapatan tambahan, terutama diengah pandemi covid-19 menjadi tujuan lainnya.

“Tindakan yang telah dilakukan oleh oknum KMB; Sudarwin Hasyim dan Akmal Mustafa ini membuat BWS kecewa. Seharusnya keduanya membantu mendampingi petani, bukan malah justru memeras. Pungutan liar (pungli) yang dilakukan ini juga tentunya tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, apalagi penggunaan uang negara dalam kegiatan P3TGAI. Padahal menjadi KMB di BWS ini sudah diberikan honor yang cukup besar serta fasilitas yang memadai,” kata Kalpin.

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan BWS Maluku Utara, Indra Kurniawan menambahkan tugas KMB merupakan perpanjangan tangan membantu BWS menyelenggarakan P3TGAI, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.

Intinya, lanjut Indra, selain mendampingi petani, juga memverifikasi rencana kerja serta hasil pekerjaan P3A, baik teknis maupun administrasi.

“Sangat disayangkan justru dengan amanah tugas seperti itu mereka menyalahgunakan wewenangnya untuk mengintimidasi dan melakukan pungli terhadap petani. Kami duga, mungkin modus operandinya adalah dengan menakut-nakuti kelompok P3A bahwa tidak akan diberikan bantuan program seperti ini lagi di tahun berikutnya apabila tidak bersedia memberikan sejumlah uang, sehingga petani terpaksa memberikan uang itu. Padahal sekecil apapun sisa hasil usaha oleh kelompok petani dari program ini, mestinya dapat dimasukkan ke kas P3A untuk kemudian hari dapat digunakan dalam pemeliharaan saluran irigasi yang telah mereka bangun sendiri,” ujarnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini