Sidang Perdana PAW Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Tanpa Prinsipal

Editor: BrindoNews.com author photo

Wahda Z. Imam (Penggugat) menhadiri sidang mediasi  PAW Wakil Ketua DPRD Maluku Utara di ruang Kieraha Pengadilan Negeri Ternate. Wahda hadir bersama tiga penasehat hukumnya. 

TERNATE, BRN - Anggota DPRD Maluku Utara, Sahril Tahir absen dalam sidang mediasi pergantian antar waktu atau PAW Wakil Ketua DPRD Maluku Utara. 

Ketidakhadiran politisi Gerindra itu membuat Pengadilan Negeri Ternate terpaksa menunda sidang perdana tersebut hingga 13 September 2021 pekan depan.

Penasehat Hukum Penggugat, Fadli S. Tuanane mengatakan, pokok gugatan yang dimasukan itu menyangkut komitmen tergugat sewaktu menjabat Ketua DPD Gerindra Maluku Utara. Tergugat dinilai melanggar Pasal 1365 KHUP.

Fadli menyatakan, penyelesaian sengketa melalui proses perundingan tanpa dihadiri pihak prinsipal itu untuk memastikan di mana letak kesalahan kliennya.

“Prinsipnya materi pernohonannya menyangkut dilakukannya komitmen-komitmen Tergugat selama masa jabatan dalam internal partai. Terutama mekanisme usulan PAW Wakil Ketua DPRD Maluku Utara,” kata Fastu, begitu Fadli S. Tuanane biasa disapa, Senin siang, 7 September.

Fastu sendiri belum memastikan apakah sengketa yang ajukan itu bisa berlanjut atau tidak. Kendati begitu, Fastu optimis kalalu perkara dengan nomor 48.Pdt.G/2021/PN Tte itu bisa berlanjut pada penentuan pokok perkara.

“Semua sesuai hasil mediasi. Kalau hakim mediator memutuskan ada kesepakatan, maka kasusnya berhenti,” ucapnya.

Penasehat Hukum Tenggugat, Hi. Sampena membantah kliennya melanggar Pasal 1365 KHUPerdata. Sampena menyebut, proses pengusulan PAW yang dilakukan kliennya sudah sesuai prosedur.

Sampena menyatakan, usulan PAW terhadap Wahda Z. Imam (PenggugaT wajar dan sah-sah saja. Sampena berpendapat, selaku ketua partai tingkat wilayah, Sahril Tahir yang saat diberi wewenang. Apalagi sudah ada intruksi dari pengurus pusat di Jakarta.

“Pak Sahril tidak menghadiri sidang karena terlambat. Menganai PAW, sudah sesuai (prosedur). Perintah Dewan Kehormatan Gerindra harus PAW, maka tidak salah Pak Sahril mengusulkan (namanya),” sebutnya. (eko/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini