Realisasi Belanja Covid-19 Dinkes Dipertanyakan

Editor: BrindoNews.com author photo
Rekapitulasi Fisik dan Keuangan Penaggulangan Tanggap Darurat Covid-19
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara per Tanggal 2 April Tahun 2020  

TERNATE, BRN – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara diminta segara mengsut tuntas anggaran belanja cetak pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2020 senilai Rp 300.000.000 dan pembayaran uang makan minum (Mami) pada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Covid -19 senilai Rp 374.000.000 serta tambahan lagi uang mami senlai Rp 115.200,000

Kedua kegiatan tersebut saat itu sudah masuk pada Sekertariat Gugus Tugas Covid-19, akan tetapi dinas kesehatan masih menganggarkan. olehnya itu perlu ada kejelasan dinas kesehatan agar tidak disalahgunakan. Hal ini dikatakan Koordinator Gamalama Coruptions Whac (GCW)  Maluku Utara Muhidin kepada redaksi brindonews.com Rabu (1/9/2021)

Sangat tidak urjen dinas tim pusdatin di bawa kendali dinas kesehatan mengalokasikan anggaran untuk percetakan baliho, spanduk banner berukuran 80x20 meter,poster dan leaflet dengan angka ratusan juta. Di musim pandemic covid-19 harusnya dinas kesehatan lebih focus pada pelayanan dan pencegaan virus Covid-19 bukan memcetak baliho serta spanduk.

“ Tupoksi dinas kesehatan itu sudah jelas untuk melakukan pelayanan terhadap pasien yang terinfeksi covid-19, bukan cetak baliho”.

Selain itu juga anggaran uang lelah tim pusdatin dinas Kesehatan sebanyak 40 orangx72 hari senilai Rp. 288.000.000 total per orang mendapatkan senilai Rp 518.00.000. padahal untuk uang lelah juga sudah di anggarakan di sekertariat Covid-19 dengan jumlah 806 orang, akan tetapi kenapa dinkes kembali menganggarakan melalui Pusdatin.

Hingga berita ini dipublis, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara (Malut) Idhar Sidi Umar belum menanggapi redaski brindonews.com (red/brn)   

Share:
Komentar

Berita Terkini