Penyebab Utama Mengapa Audit DD dan ADD di Halmahera Timur Sering Lambat

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi.

HALTIM, BRN - Inspektorat Kabupaten Halmahera Timur mengalami kendala mengaudit pengelolaan dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) di wilayah setempat. Ketidaksesuai rentan kendali dan biaya operasional diakui penyebab utama terhambatnya proses audit.

Kepala Inspektorat Halmahera Timur, Enda Nurhayati mengatakan persediaan operasiona yang kecil memengaruhi pemeriksaan di 102 desa.

“Rentan kendali 102 sangat jauh. Apalagi pemeriksaan yang kami lakukan tidak hanya menyita waktu satu dua hari, prosesnya lama. Sementara anggaran kami kecil, baru kegiatan pemeriksaannya banyak,” kata Enda, Rabu 15 September.

Enda mengemukakan, inspektorat harusnya mendapat suntikan dana yang cukup. Sesuai aturan Kemendagri RI, lanjut Enda, realisasi satu persen ABPD belum sepenuhnya dirasakan inspektorat.

“Aturan itu berlaku di seluruh Indonesia. Memang ada ketentuan lain, dari satu persen itu disesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing, termasuk Halmahera Timur. Kita masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai, makanya masih penyesuaian anggaran,” ujarnya.

Enda bilang, untuk mencukupi kebutuhan kinerja, pihaknya mengusulkan suntikan dana satu persen APBD.

“Namun pagu yang dikeluarkan atau disetujui tidak sesuai apa yang diusulkan. Karena itu KPK pernah marah ke Bupati Ubaid.maka jangan heran kalau kami sering terkendala turun audit,” ujarnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini