Pengembang Perumahan di Sangaji Penuhi Izin

Editor: BrindoNews.com author photo

Tonny: Sedang Dalam Pengurusan

TONNY S. PONTOH.

TERNATE, BRN
- Pengerjaan perumahan di Kelurahan Sangaji, Ternate Utara, bakal kembali dilanjutkan. Ini setelah bisnis properti Khatima Albar itu sedang dalam pengurusan izin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, Tonny S. Pontoh mengatakan, Khatima sebelumnya dikenai sanksi administratif paksaan pengentian pekerjaan. Pemberian sanksi tersebut lantaran proyek yang dikerjakan itu mengabaikan sejumlah izin, termasuk Keterangan Rencana Umum Tata Ruang atau RUTR.

“Khatima diberikan waktu 14 hari kerja mengurus semua izin dimaksud. Dan sekarang izin-izin itu sedang dalam pengurusan,” kata Tonny, ketika dihubungi brindonews.com, Rabu, 29 september.

Meski begitu, Tonny menyatakan, proyek yang berlokasi di RT 13 Kelurahan Sangaji itu belum bisa dilanjutkan. Pekerjaan bakal kembali dilanjutkan apabila semua syarat perijianan sudah dipenuhi.

Izin yang harus dipenuhi, lanjut Tonny, diantaranya izin lingkungan dan surat keterangan usaha atau SKU dari pemerintah kelurahan, RUTR, izin pemanfaatan lahan atau pengeringan lahan, izin prinsip dari DPMPTSP, izin lokasi, Amdal, termasuk IMB.

“Tanggapan masyarakat setempat juga tidak bisa diabaikan. Setelah SKU diterbitkan, selanjutnya pengurusan RUPTR di dinas PUPR dan nanti ditindaklanjuti Pokja TKPRD. Kalua itu sudah, proses berikutnya adalah pendaftaran ke simtak untuk mendapatkan nomor ijin bersaha dan nomor ijin prinsip,” jelas Tonny.

Tonny menyebutkan, setelah semuanya selesai, tahap selanjutnya adalah kajian Analisis Dampak Lingkungan atau AMDAL. Pada tahapan ini, dokumen lingkungan hidup akan dievaluasi sebelum menerbitkan atau memberikan surat izin perumahan. 

“izin diberikan oleh kepala daerah beradasarkan hasil evaluasi dokumen lingkungan hidup. Prinsipnya semua yang berkaitan dengan perizinan akan dikroscek satu per satu. Kita kembalikan kalau masih ada ini belum memenuhi syarat,” sebutnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini