Pengecer BBM di Halmahera Timur Patok Harga Rp15 Ribu Per Liter

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi premium dan pertalite.

HALTIM, BRN - Pedagang bensin dan pertalite eceran di kawasan perumahan dinas, Desa Sangaji, Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur, mematok harga tak kurang dari Rp.15.000 per liter. Harga tersebut terbilang lebih tinggi dibanding di wilayah Subaim, Kecamatan Wasile.

Vaisal Daud Ali mengatakan, bandrol yang tidak sesuai itu memanfaatkan situasi kelangkaan minyak di Kota Maba. Kendati begitu, ia terpaksa membelinya untuk memenuhi aktivitasnya.

“Per liter dipatok Rp.15 ribu. Ukuran botol penuh Rp.30 ribu dalam satu,” kata Vaisal saat disembangi brindonews.com ketika mengisi bensin di Kios Mama Afdal, di kawasan perumahan dinas, Desa Sangaji, Kecamatan Kota Maba, Rabu 8 September.

Kenaikan tarif minyak secara sepihak itu, kata Vaisal, akibat tidak ada pengawasan dari pemerintah. Akibatnya, pengecer bermain harga seenaknya.

“Kinerja disperindag perlu dipertanyakan, karena ini sengaja pembiaran. Padahal kepala dinas disperindag sebelumnya berkomentar di media tidak ada pengecer yang bermain harga, tetapi justru penjualan harga dengan harga tinggi ini terjadi di pusat pemerintahan. Ini kami duga mereka (disperindag) membiarkan begitu saja,” kesalnya.

Statement kepala dinas di media beberapa hari lalu itu saya anggap hanya gertakan sambal saja. Nyatanya kan tidak ada pengawasan ketika kelangkaan minyak. Ini terjadi di ibu kota loh, bukan di kecamatan terjauh,”sambungnya.

Harga premium yang diklaim fantastis ini pun dibenarkan Supander. Warga Kecamatan Maba ini mengaku kalau harga bensin di wilayah dijual Rp.15 ribu per liter.

“Ya mau bagimana lagi, terpaksa beli saja,” ucapnya.

Kenaikan harga BBM sepihak juga terjadi Buli, Kecamatan Kota Maba. Salah satu pengecer saat ditemui brindonews.com, menyebut keuntungan yang dikantonginya dari penjualan premium mencapai Rp1.000.

“Ini minya saya beli juga di pengecer di Buli dengan harga Rp.14 ribu. Makanya saya jula Rp15.000,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Halmahera Timur, Taslim Manaf menyatakan informasi tarif BBM sepihak itu bakal ditindaklanjuti ke bidang perdagangan.

“Nanti saya hubungi kabid dagang supaya dia kroscek langsung di lapangan untuk memastikan apakah benar atau tidak," ucap Taslim.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Halmahera Timur, Lutfi Karim menyebut telah mendengar kabar BBM dijual dengan harga tinggi.

“Kita sudah konfirmasi. Dijual Rp 15.000 karena yang bersangkutan beli  dari pengecer di Buli Rp.14.000. Tidak mungkin dijual harga seragam  Rp.14.000 lagi,” sebutnya.

Lutfi membantah kalau ada pengecer yang menjual BBM satu botol penuh Rp.30 ribu. “Itu tidak betul,” terangnya.

Lutfi mengatakan, kelangkaan BBM di Kecamatan Kota Maba segera teratasi. Distribusi BBM di wilayah ibu kota dimulai malam ini.

“Di pangkalan Pak Aco dan Maba Sangaji malam ini sudah masuk. Kita berharap bisa segera teratasi kelangkaan ini karena membebani masyarakat,” ucapnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini