Pemerintah Kota Ternate Belum Pastikan Pembayaran Utang Pihak Ketiga

Editor: BrindoNews.com author photo

Jumlah Utang Diduga Lebih dari Rp.41,9 miliar

Ilustrasi.

TERNATE, BRN - Pemerintah Kota Ternate belum memastikan bakal membayar seluruh tunggakan utang pihak ketiga pada tahun ini. Kepala BPKAD Ternate, M. Taufik Jauhar menyebut, ketidakpastian itu salah satunya refocusing anggaran.

Taufik mengatakan total utang yang harus dibayarkan senilai Rp.41,9 miliar dari total utang Rp.201,9 miliar.

Rinciannya terdiri dari pembangunan pasar modern gamalama (lanjutan) yang dikerjakan PT. Intim Karya, pembangunan reklamasi jalan Salero sampai Dufa-dufa yang dikerjakan PT. Bumi Aceh Citra Persada, pembangunan lanjutan reklamasi dan jalan kawasan Kayu Merah-Kalumata bagian utara yang dikerjakan PT. Putra Sanbay Perkasa, dan pembangunan lanjutan reklamasi dan jalan kawasan Kayu Merah-Kalumata bagian selatan yang dikerjakan PT. Laleva Indah Lestari.

“Utang bawaan (2019) totalnya Rp.201,9 miliar. Yang sudah terbayarkan senilai Rp.160,69 miliar, tersisa Rp 41,9 miliar,” kata Taufik, Kamis 2 September.

Taufik menyatakan, pemerintah bakal membayar sisa utang apabila cukup anggaran. Seluruh sisa tunggakan nantinya terbayarkan jika persediaan keuangan dan pendapatan daerah mencapai target.

“Saya optimis seandainya pendapatan daerah kita maksimal sesuai target, begitu juga dengan dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, utang-utang ini bisa terselesaikan,” ucapnya.

“Dana transfer dari pemerintah pusat juga dikurangi, begitu juga realisasi pendapatan asli daerah kita berkurang. Bahkan Dana bagi hasil (DBH) provinsi juga tidak maksimal. Kalau kondisi seperti itu nanti kita lihat, jika tidak bisa dibayarkan tahun 2021, kita skejulkan ulang bersama DPRD,” tambahnya. 

  

 

(red)

Share:
Komentar

Berita Terkini