Pemerintah Desa Geltoli Halmahera Timur Bantah Salahgunakan DD

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi.

HALTIM, BRN
- Kepala Desa Geltoli, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, E. Rasmus Tatengkeng mendatangi inspektorat setempat. Kedatangannya itu untuk mempertanyakan laporan hasil pemeriksaan yang memuat penyalahgunaan dana desa dan alokasi dana desa di 23 desa. 

Rasmus mengatakan indikasi penyalahgugunaan keuangan di desanya itu tidak benar adanya. Kepastian tersebut setelah dirinya menghadap ke Kepala Inspektorat Halmahera Timur, Enda Nurhayati, Kamis kemarin.

Pada pertemuan itu, sambung Rasmus, Enda Nurhayati menyebutkan bahwa indikasi penyalahgunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di 23 desa tidak bernar, termasuk di desa Geltoli. 

Torang (kami) sudah bakudapa (bertemu) dengan kepala inspektorat tadi. Dan kepala inspektorat mengaku kalau dia tidak sampaikan seperti itu (ada indikasi penyalahgunaan DD dan ADD 23 desa di Halmahera Timur,” sebutnya.

Rasmus mengemukakan, pernyataan Enda Nurhayati mengenai pengelolaan DD maupun ADD di desanya yang terindikasi bermasalah mempengaruhi presepsi warga desa. Masyarakat sudah pasti menaruh curiga kalau pemerintah desa sudah menyalahgunakan anggaran.

“Padahal laporan Desa Gaitoli tahun 2020 tidak ada masalah apapun, semunya berjalan baik. Tetapi tiba-tiba disebutkan adanya indikasi penyalagunaan DD. Bukan hanya Desa Geltoli yang pertanyakan kepada pihak Inspektorat, beberapa desa lagi mendatangi inspektorat perihal pernyataan sebelumnya,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Inspektorat Halmahera Timur menemukan pengelolaan dana dan anggaran dana desa di 23 desa terindikasi bermasalah. 

Kepala Inspektorat Halmahera Timur Enda Nurhayati menerangkan, 23 desa terindikasi itu terdapat di tujuh kecamatan. Yaitu masing-masing empat desa di Kecamatan Wasile dan Wasile Selatan.

Wasile Utara tiga desa, dan Wasile Tengah, Maba Tengah dan Maba masing-masing empat desa. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini