Inspektorat dan Ombudsman Bisa Tangani Dugaan Pencatutan Nama Gubernur

Editor: BrindoNews.com author photo

Zulkifli Umar.

TERNATE, BRN
- Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara menilai inspektorat bisa saja menindaklanjuti dugaan pencatutan nama Gubernur Abdul Gani Kasuba. Zulkifli Umar menyebutkan, selain inspektorat sebagai lembaga internal pemerintah, instansi lain yang bisa turun tangan yaitu ombudsman.

“Jika terdapat indikasi perdata, maka aparat penegak hukum bisa masuk (menangani). Tentu semuanya dengan proses dan mekanisme yang berlaku,” kata Zulkif ketika dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp, Selasa sore, 14 September.

Ketua Komisi III DPRD Maluku Utara menyatakan, dugaan pencatutan nama Gubernur Abdul Gani Kasuba oleh Yunus Badar itu menjadi embrio lahirnya berbagai praktek lain. Seperti pungutan liar kepada pihak ketiga dan persekongkolan dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Dugaan kasus kepala OPD meminta uang di stafnya sudah “lumrah” terjadi. Alasanya, karena faktor jabatan yang diemban staf berkaitan dengan berbagai program dinas,” ujarnya.

Politisi PKS itu mengatakan, nama gubernur yang dimunculkan dalam dugaan minta-minta uang di internal Dinas Perkim Maluku Utara merusak citra gubernur.

“Terhadap dugaan adanya kejadian ini tentu perlu ditindaklanjuti. Dan jika dugaan ini terbukti benar, maka yang bersangkutan harus diberi sanksi tegas. Dan jika tidak terbukti, maka staf yang menyampaikan kejadian ini yang harus diberi sanksi tegas,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman Provinsi Maluku Utara Yunus Badar, diduga meminta salah satu stafnya untuk mencarikan uang tunai senilai Rp.25 juta. Besaran uang ini lalu disetor ke Gubernur Abdul Gani Kasuba sebagai imbalan pengurusan pergantian bendahara lama ke yang baru.

Bukan Cuma itu saja. Yunus juga diduga kembali meminta oknum stafnya itu untuk menyetor Rp.30 juta ke Gubernur Abdul Gani Kasuba. Yunus berdalih, uang tersebut diminta gubenur.

Yunus kembali meminta agar oknum staf yang merupakan bawahannya itu mencarikan uang Rp.60 juta. Uang tunai ini kemudian ditransfer ke rekening atas nama Yunus Badar. Yunus juga menjanjikan bawahannya tersebut bakal diberikan proyek sebagai imbalan. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini