BKD Malut Minta Semua Pihak Telusuri Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek

Editor: BrindoNews.com author photo

Idrus Assagaf.

SOFIFI, BRN - Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Maluku Utara tidak pernah menerima konfirmasi pemberitaan dugaan jual beli jabatan kepala sekolah.

Pernyataan ini ditegaskan Kepala BKD Maluku Utara Idrus Assagaf, dalam press release yang diterima brindonews.com, Selasa malam, 14 September.

Idrus menyatakan, pernyataan atau keterangan sumber dalam pemberitaan praktik jual beli jabatan kepela sekolah belakang ramai cenderung mengarah ke instansinya.

Idrus meminta semua pihak menginvestigasi kepada oknum-oknum yang mengetahui dugaan jual beli jabatan dimaksud. Peran inspektorat, aparat penegak hukum, ombudsman, anggota DPRD dalam menelusuri sangat membantu mengetahui pihak yang dijadikan sumber berita.

“Kepada semua pihak, siapapun dia, termasuk pegawai negeri sipil yang sementara menduduki jabatan eselon III, jika merasa pernah atau mengetahui adanya praktik jual beli jabatan, maka saya berharap untuk segera melaporkan resmi disertai bukti kepada kami atau kepada aparat penegak hukum diserta bukti untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Idrus.

Idrus mengatakan outlet pengaduan yang dibuka itu dalam kurun waktu yang tidak ditentukan. Apabila tidak ada aduan, sambung Idrus, pihaknya bakal menempuh jalur hukum.

Keputusan tersebut, menurut Idrus, karena pihak-pihak yang rencananya dilaporkan ke Polda Maluku Utara itu diduga terlibat dalam opini pencemaran nama baik. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini