Program Prioritas Ubaid-Anjas Terkendala Server

Editor: BrindoNews.com author photo

Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub dan Anjas Taher (Ubadi-Anjas).

Jaminan pelayanan publik yang menjadi program prioritas 100 hari kerja Ubaid-Anjas belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Halmahera Timur. Sebagian masyarakat bahkan rela menempuh jarak hingga satu hari untuk mendapatkan pelayanan.

Seperti dialami Taufik, warga Subaim, Halmahera Timur. Pria 29 tahun ini mengaku, untuk mengurus kesalahan cetak nama di kartu tanda penduduk saja harus bolak-balik dan memakan waktu yang lama. Bahkan, harus menginap di ibu kota kabupaten.

“Datang jauh-jauh ke sini (dinas kependudukan dan pencatatan sipil) buat perubahan nama KTP namun tidak ada pelayanan sama sekali. Kita nginap kalaupun itu ada keluarga di sini, kalau tidak ada terpaksa harus balik,” kata Taufik saat disembangi di depan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Halmahera Timur, Senin 9 Agustus.

Taufik mengatakan, apa yang dialami itu (tidak ada pelayanan) berlangsung dua pekan belakangan.

Torang so (kami sudah) dua minggu bula-bale (bolak-balik) di  dukcapil, tapi tarada (tidak ada) pelayanan. Selalu alsannya masih gangguan jaringan,” sebutnya.

Kondisi serupa dialami Riz. Untuk membuat E-KTP saja, kata Riz, dia dan warga lainnya terpaksa menungu sampai sore.

“Tidak ada pelayanan sama sekali. Padahal datang dari pagi tunggu sampai pukul 15:00 WIT pun sama saja (tidak ada pelayanan). Saya bahkan tidur di kursi tamu,” katanya.

Suasana di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Halmahera Timur. Taufik, Riz dan beberapa warga lainnya terlihat menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan. Sayangnya, pelayanan belum dilakukan karena ada gangguan server.

Riz yang merupakan warga Buli itu meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Halmahera Timur mensosialisasikan gangguan server dimaksud. Ini penting dilakukan agar selain diketahui masyarakat, juga ada alternatif lain untuk mendapatkan pelayanan.

“Minimal buat surat edaran kepada masyarakat. Sehingga masyarakat jangan lagi bersusah payah jauh-jauh ke ibu kota yang pada akhirnya tidak dilayani. Kan kasihan, datang buang-buang uang tapi tidak ada pelayanan,” pintanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Halmahera Timur, Irawan Mahbud dikonfirmasi membenarkan adanya gangguan server pengurusan administrasi kependudukan.

“Sementara pelayanan belum dibuka karena masih terkendala gangguan teknis jaringan. Kalau sudah jadi, sudah pasti pelayanan kembali normal. Sekarang sedang di maintenance, Insyah Allah sebentar malam saya dan tim lembur untuk di maintenence,” jelasnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini