Komitmen dan Upaya Tauhid-Jasri Dorong Kesetaraan Tenaga Kerja Difabel

Editor: BrindoNews.com author photo

Nurjanah: Butuh Keseriusan Pemerintah Daerah

Wali Kota M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Jasri Usman. Foto ini diambil ketika kedua mendaftarka diri di KPU sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate pada Pilkada 2020 lalu.

TERNATE, BRN - Kesamaan kesempatan dan kesetaraan lapangan kerja belum sepenuhnya dirasakan kelompok disabilitas di Ternate. Mereka kerap dianggap sebelah mata yang berimbas pada akses maupun serapan tenaga kerja.

Penjelasan ini mengemuka dalam sesi tanya jawab road show politik kesejahteraan Partai Kebangkitan Bangsa di Royal Resto, Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, Senin, 23 Agustus.

Ketua Ikatan Kelompok Disabilitas Maluku Utara Nurjanah mengatakan, minimnya serapan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas menjadi persoalan skala lokal yang harus dijawab pemerintah daerah. Realisasi atau implementasi Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pun bahkan sangat minim.

“Pelaksanaan dan pemenuhan hak-hak difabel sudah jelas, hanya saja apa yang diamanahkan undang-undang (Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas) belum terlaksana dengan baik. Kiranya ini butuh keseriusan, terutama pemerintah,” kata Nurjanah.

Menurutnya, Ternate masih menjadi daerah atau kota dengan penyandang disabilitas terbanyak. Jumlah ini belum termasuk kabupaten kota lain di Maluku Utara.

“Di Ternate sendiri ada kurang lebih 800 orang (sudah termasuk Kecamatan Moti, Hiri, dan Batang Dua). Berharap dengan adanya kota inklusi (program Wali Kota Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Jasri Usman) butuh keterlibatan semua pihak, termasuk para difabel,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman menyatakan, visi Ternate Andalan dalam program 100 hari masa kerja Tauhid-Jasri adalah mewujudkan Ternate sebagai kota inklusi. Ini bertujuan membuka akses, kesempatam dan partisipasi bagi kelompok difabel dalam pelaksanaan pembangunan.

“Beberapa hari lalu saya sudah panggil dinas ketenaga kerja untuk meningkatkan ketrampilan para difabel. Dinas pendidikan juga saya panggil dan perintahkan dalam rangka para difabel bisa mengikuti pendidikan tanpa diskriminasi. Di sekolah-sekolah umum juga difabel bisa mendapatkan akses yang (kesetaraan),” ucapnya.

Jasri mengatakan penyandang disabilitas sudah harus diperlakukan setara dengan non difabel. “Dimana-mana ada acara pemerintah kota Ternate kita selalu hadirkan mereka dalam rangka penerjemah,” ujarnya.

Jasri menyatakan, membuka peluang kerja untuk memberdayakan potensi difabel dianggap penting. Menurutnya, pemerintahan Tauhid-Jasri nantinya menyusun kebijakan dan menyiapkan tempat-tempat dalam rangka kesempatan dan kesetaraan.

“Persediaan tempat itu dengan memanfaatkan misalnya depan mall, bandara, dan di jalan-jalan protokol. Di kebijakan nanti kita butuh eksekusi itu untuk mereka bisa mendapatkan tempat-tempat strategis yang mudah di jangkau. Ini juga termasuk mendorong serapan tenaga kerja bagi difabel,” ujarnya. (eko/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini