IWIP Dominasi 6 Ribu TKA China yang Bekerja di Maluku Utara

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi tenaga kerja asing. Foto:tirto/ANTARA.

Jumlah tenaga asing atau TKA asal negeri bambu yang bekerja di Maluku Utara mencapai lebih dari enam ribu orang. Jumlah keseluruhan per 27 Juli 2021 ini tersebar di 17 perseroan yang di beroperasi di Maluku Utara.

Kepala Devisi Keimigrasian Kantor Wilayah Hukum dan Ham Provinsi Maluku Utara, Filianto Akbar mengatakan, jumlah tersebut cenderung turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut lantaran virus corona masih mewabah di Indonesia. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi TKA yang masuk atau bekerja di Maluku Utara.

Pemberlakuan ketentuan itu meliputi surat ijin tinggal sementara atau ITAS, ijin tinggal tetap alias ITAP (khusus bagi TKA yang sudah menetap di Indonesia), dan paspor diplomat.

“Masa berlaku ITAS sendiri hanya satu tahun terhitung semenjak tanggal surat dikeluarkan. Setelahnya harus diperpanjang lagi,” kata Filianto saat bersilahturahim bersama insan pers di Red Corner Cafe di Jalan Arnold Mononutu Nomor 83A, Kelurahan Tanah Raja, Ternate Tengah, Kota Ternate, Selasa sore 10 Agustus.

Filianto mengatakan, total 6.015 TKA di 17 perusahaan tersebut jumlahnya lebih sedikit ketimbang tenaga kerja Indonesia atau TKI. Total TKI jumlahnya mencapai 29.839 orang atau sebesar 20 persen.

“IWIP masih dominan dengan TKI 29.839, dan TKA 4.287 orang,” ucapnya. (eko/red) 

Share:
Komentar

Berita Terkini