681 Narapidana di Maluku Utara Diusulkan Dapat Remisi HUT RI ke-76

Editor: BrindoNews.com author photo

M. Adnan.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Maluku Utara mengusulkan 681 narapidana mendapat remisi khusus atau pemotongan masa hukuman. Pemberian remisi sebagian dalam rangka HUT RI ke-76 itu satu diantaranya diusulkan bebas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Maluku Utara M. Adnan menjelaskan, jumlah keseluruhan warga binaan yang diusulkan tersebut merupakan usulan tujuh lembaga pemasysrakatan atau lapas, dan tiga rumah tahanan atau rutan di Maluku Utara.

Masing-masing tindak pindak pidana umum 555 orang, pidana khusus (tipikor) dua orang, dan narkotika 124 orang.  Jumlah ini terdiri dari 18 orang perempuan, sedangkan sisanya laki-laki.

“Dua orang tipikor ini diusulkan oleh Lapas Kelas IIB Tobelo,” kata Adnan saat bersilahturahim bersama insan pers di Red Corner Cafe, Jalan Arnold Mononutu Nomor 83A, Kelurahan Tanah Raja, Ternate Tengah, Kota Ternate, Selasa sore 10 Agustus.

Adnan mengatakan, ratusan narapidana dalam pengusulan itu pemotongan masa hukumannya bervariasi. Mulai dari satu bulan hingga yang paling besar enam bulan.

“Remisi satu bulan dan dua bulan masing-masing 107 orang. Tiga bulan 186 orang, empat bulan 143 orang, lima bulan 121 orang, dan enam bulan 17 orang. Ini masih dalam tahap pengusulan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan RI,” katanya.

Kepala Devisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Maluku Utara, Teguh Wibowo menambahkan, pemberian remisi disesuaikan dengan syarat-syarat memperoleh narapidana.

Seperti berkelakuan baik dalam kurun waktu remisi berjalan, dan telah menjalani pidana minimal 6 bulan dihtiung sejak tanggal penahanan terakhir sampai HUT Proklamasi 17 Agustus 2021.

Sedangkan pidana menyangkut PP 99 tahun 2021 Pasal 34 ayat (3), harus bersedia bekerjasama dengan penegak hukum membantu membongkar tidak pidana yang dilakukan. Selain itu telah dinyatakan membayar lunas denda dan uang pengganti seusai putusan untuk narapidana yang dipidanan karena melakukan tipikor, dan telah mengikuti program deradikalisasi (teroris).

“Remisi akan dilaksanakan pada saat perayaan HUT Kemerdekaan pada Selasa 17 Agustus 2021,” kata Teguh. (eko/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini