Dua Eks Pegawai Gelapkan Uang di Brangkas Bank Maluku-Maluku Utara

Editor: BrindoNews.com author photo

AKBP. Edy Sugiharto.

Kepolisian Resor atau Polres Kabupaten Halmahera Timur menetapkan dua pegawai Bank Maluku-Maluku Utara sebagai tersangka. Kedua eks pegawai tersebut terbelit hukum karena diduga menggelapkan uang kas Bank Maluku Maba Capem Buli sebesar Rp.500 juta.

Kedua tersangka itu masing-masing AK, 42 tahun dan SD, 27 tahun. AK merupakan koordinator kas di Kota Maba dan SD adalah pelaksana teller.

Kepala Polres Halmahera Timur AKBP. Edy Sugiharto menyebutkan, AK dan SD ditetapkan tersangka dalam kasus tindak pidana perbankan atau penggelapan uang. Dugaan penggelapan uang oleh AK dan SD ini untuk menutupi modal di investasi karopoto, investasi dorkas, investasi GK dan investasi Equity.

“Modal dan bunganya bervariasi. Modal ini diperoleh dari uang pribadi dan pinjaman pihak ketiga, namun ditengah perjalanan keempat investasi tersebut macet, keduanya pun terbelit hutang di pihak ketiga,” kata Edy, Minggu 18 Juli.

Edy menyatakan, atas ulah kedua tersangka perbankan ini merugikan pihak bank sebesar Rp.1,6 miliyar. Ini bermula ketika keduanya mengikuti beberapa investasi sejak Februari 2018 sampai dengan Nevomber 2019.

“Karena mereka sudah rugi atas kegiatan investasi sehinga kedua tersangka mengambil uang di kas brankas untuk menutupi pinjaman-pinjaman yang ada diluar. Kasus ini sudah selesai penyidikan dan masuk ke tahap kedua (penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan),” ujarnya.

Masing-masing tersangka disangkakan Pasal 9 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang perbankan Nomor 107 Tahun 1992 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 107 Tahun 1992 subsider Pasal 374 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Ancaman penjaranya sekurang-kurangnya lima tahun dan paling lama 15 tahun.  Dan denda paling sedikt Rp.10 miliyar dan paling banyak Rp.200 miliyar. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini