Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Gubernur Malut Lonching Program Para Para Emas

Editor: BrindoNews.com author photo
Gubernur Provinsi Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba Lonching Program Para Para Emas

SOFIFI, BRN- Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba meluncurkan Proyek perubahan (Proper) Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II dengan judul "Para-para Emas" oleh Kadis Pertanian Provinsi Maluku Utara, Rizal Ismail, Rabu (2/5/2021) di Aula Dinas Pertanian, Sofifi. 

Peluncuran itu ditandai dengan pemukulan tifa oleh Gubernur KH Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Barat (Halbar), James Uang, dan Kadis Pertanian Rizal Ismail. 

Konsep Para-Para Emas merupakan sebuah inovasi yang akan menjadi cara baru para petani kelapa di Maluku Utara. Pasalnya, dengan memanfaatkan semua potensi buah kelapa akan lebih meningkatkan harga dari buah kelapa tersebut.

"Petani kita masih terlalu tradisional mengelola buah kepala menjadi kopra sehingga hasil akhirnya hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga dalam jangka pendek,"ujar Gubernur dalam sambutannya 

Dalam satu buah kelapa kata Gubernur, tidak hanya diolah manjadi kopra, akan tetapi batok kelapa bisa dibuat menjadi bahan baku sofa atau tempat tidur. lalu air kelapa tua dapat dijadikan minuman untuk kesehatan tubuh dan lebih mahal lagi saat ini adalah tempurungnya dapat dibuat menjadi bricket dan arang tampurung yang terus dicari oleh pengusaha nasional maupun internasional.

"Apapun yang akan dilakukan oleh Refornmer nanti, saya berharap, konsep ini harus benar-benar menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat dan berjalan dengan baik kedepan,"pintanya 

Sementara, Kadis Pertanian Rizal Ismail menjelaskan, kegiatan para para emas ini adalah upaya meningkatkan harga kelapa, dan sekaligus mensejahterakan petani, dan program ini juga mengacu pada program Gubernur bagaimana membuat Maluku Utara sejahtera 2024.


"ini juga sesuai dengan arahan presiden segala macam kegiatan pertanian itu harus berbentuk korporasi, jadi di himpun dalam satu korporasi yang besar sehingga bisa evisien untuk produktivitas,"kata Rizal kepada wartawan.

Para-para Emas juga bakal menghasilkan produk turunan dari buah kelapa menjadi nata de coco, tempurungnya di buat menjadi briket, dan kulit kepala juga bisa di buat menjadi tali. Disamping itu, konsep ini juga untuk memperkuat kelembagaan petani. 

Bahkan, pihaknya sudah membentuk kelompok tani (Poktan) mulai dari desa hingga kabupaten. Petani kelapa di Maluku Utara juga telah memiliki perusahaan PT Petani Halmahera Jaya, yang telah terbentuk badan hukumnya.

"Pemegam saham juga sudah ada, dalam waktu dekat dia akan memproduksi arang, Koko, sabut kelapa,"jelasnya 

Dalam implementasi proyek perubahan, Rizal pusatkan pilot project di Kabupaten Halmahera Barat, dan didukung penuh oleh Bupati James Uang. Disamping itu, dirinya didukung oleh Fakultas Pertanian, Universitas Khairun Ternate, Bank Indonesia (BI) dan BNI. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Deputi Bank Indonesia, Ketua Asosiasi Pengusaha Kelapa Halbar Niksan Jaga, Dekan Fakultas Pertanian Unkhair Ternate Abdul Kadir Kamaludin, serta pegawai Dinas Pertanian. (red/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini