Sekprov Maluku Utara Tanggapi Teka-teki Polemik Proyek ASN di Durian Sofifi

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi perumahan.

SOFIFI, BRN - Teka-teki dinas mana yang berhak mengerjakan proyek perumahan khusus ASN III di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara masih menjadi polemik. Kendati demikian, Sekretaris Samsudin A. Kadir menyebut, pembangunan dengan nilai pagu lebih dari Rp.18 Miliar yang dikerjakan tiga perusahaan pemenang tender itu sepenuhnya melekat di PUPR.

Sebelumnya proyek tersebut diduga bermasalah. Penyebab dugaan ini karena proyek dikerjakan di dua dinas, yaitu Dinas Perkim dan Dinas PUPR Maluku Utara. Proyek ini juga ditenderkan masing-masing dinas.

Perkim mengklaim alasan menender item kegiatan fisik tersebut sudah sesuai dasar hukum nota kesepakatan. Sedangkan PUPR berdalih berdasarkan dokumen pelaksana anggaran atau DPA.

Di perkim proyek ini dikerjakan oleh  dua rekanan, yakni PT. JG dengan nilai kontrak Rp.9.448.800.000, dan PT. DCM senilai Rp.10.248.800.000. Sementara di PUPR dikerjakan PT. MGTM dengan pagu senilai Rp.18.500.000.000.

Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir mengatakan, proyek tersebut sedang diinvestigasi Inspektorat Maluku Utara. Ini dilakukan menurut Samsudin, untuk mengatahui pasti pengajuan tender masing-masing dinas.

“Yang pasti inspektorat memeriksa dimana letak kesalahannya. Proses pengerjaan boleh lanjutkan kalau sudah ada rekomendasi dari inspektorat. Kami masih menuggu itu (rekomendasi inspektorat),” katanya, Senin 14 Juni.

Mengacu kententuan yang berlaku, menurut Samsudin, item pekerjaan perumahan ASN III itu diambil alih penuh oleh PUPR. Soal tiga rekanan, lanjut Samsudin, akan diselesaikan dengan ketentuan.

“Kalau itu kesalahan pemerintah dan akan diselesaikan. Jika kesalahan ada pribadi, akan diproses sebagaimana ketentuan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, proyek ASN III ini sebelumnya melekat pada Dinas Perkim Maluku Utara. Belakangan berubah nomenklatur dan ambil alih dinas PUPR. Pada PUPR, kabarnya sudah ada pencairan sebesar 15 persen. (tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini