Sebagian Masyarakat Madopolo Obi Tolak Pindah Meteran Token

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi meteran listrik token. (Foto: kompas.com)

Kebijakan pindah meteran listrik pasca bayar ke pra bayar oleh PLN Ranting Obi Utara mendapat penolakan. Himpunan Pelajar Mahasiswa Madopolo (HPMM) Obi Utara menilai, migrasi dari meteran non pulsa ke token itu diklaim sepihak.

Anggota HPMM Obi Utara, Asyudin menyebut kebijakan ini tanpa ada kesepakatan antara masyarakat dengan pihak PLN. Pemberlakuan harus ada surat rekomendasi dari PLN Cabang Maluku Utara di Sofifi sebagai dasar.

“Masyarakat dipaksa oleh pihak PLN Ranting Obi Utara untuk menganti meteran mereka (dari pasca bayar ke listrik token). Sebagian masyarakat diam-diam saja, tapi sebagian besarnya menolak karena dianggap sepihak dan merugikan,” kata Asyudin keterangannya yang diterima brindonews, Sabtu sore, 12 Juni.

Mantan Presiden BEM Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate ini mengemukakan, kebijakan yang diklaim tidak berdasar tersebut sebagian masyarakat melayangkan petisi sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Kepala PLN Ranting Obi Utara, Indra Isra.

“Kami meminta Kepala PLN Cabang Maluku Utara segera mengevaluasi kepada Pak Indra Isra sebagai Kepala PLN Ranting Obi Utara. Menurut hemat kami, kebijakan ini sepihak. (rls)

Share:
Komentar

Berita Terkini