Politisi Gerindra Dilaporkan Anak Tirinya Ke Polda Malut

Editor: BrindoNews.com author photo

 

Wakil Ketua DPRD ProvinsiMaluku Utara Wahda Zaenal Imam 


TERNATE,BRN
– Dugaan Penggelapan  dan penyerobotan bangunan,poltisi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara Wahda Zaenal Imam akhirnya dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut, Rabu (9/6/2021).

"Iya betul tadi kita sudah masukan laporan ke Ditreskrimum Polda Malut soal satu oknum anggota DPRD Malut," ungkap kuasa hukum pelapor  M. Bahtiar Husni kepada wartawan

M Bahtiar menyebutkan, alasan Wahda Zaenal Imaim di laporkan ke polda, karena klien kami, Richard Sebastian Sugianto (24) merasa tindakan Wahda yang juga anggota DPRD fraksi Gerindra  dinilai sudah melakukan tindak pidana penyerobotan dan penggelapan ahli waris dari almarumah ibu Selvi Jousua yang juga merupakan isti dari Wahda Zaenal Imam.

Dari permasalahan sendiri lanjut Bahtiar, terkait harta bangunan empat ruko dan satu rumah yang terletak di Kelurahan Mangga Dua yang ditinggalkan oleh almarhum Selvi Jousua dimana asset tersebut saat ini dikuasai oleh wakil Ketua  DPRD Malut Wahda Zaenal Imam, dari surat-suratnya semua atas nama almarhum namun masih dikuasai oleh Wahda.

“ Kami sudah laporkan ke penegak hukum dengan nomor laporan STPL/60/VI/2021/SPKT/Polda Malut”

Lanjut dia, tindakan Wahda ini sudah menyalahi pasal 372 dan pasal 385 KUHPidana yang diduga penggelapan dan penyerobotan asset ahli waris yang ditinggalkan orang tua pelapor. Sebelumnya Wahda sudah dua kali diberikan waktu untuk keluar secara baik-baik, akan tetapi tidak menghiraukan, dan akhirnya dilaporkan ke aparat penegak hukum

" Kita juga sempat menyampaikan agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik, namun WZI tidak menghiraukan sehingga, tadi secara resmi sudah kami buat laporan dan kami juga berharap agar WZI bisa serahkan semua asset milik almarhumah ke ahli waris yang ada sekarang," ucapnya.

Terpisah, Wahda Z Imam saat dikonfirmasi  mengatakan, untuk permasalahan harta tersebut, dimana pada awal dirinya dan almarhumah istrinya beli aset tersebut pada saat setelah nikah dan pada saat itu almarhum sudah masuk ke agama islam. Sementara anak-anak  almarhum dari suaminya yang pertama masih beragama non-muslim sehingga tidak ikut bersama,  jadi waktu itu harta tersebut milik berdua.

" Waktu nikah anak-anaknya tidak pernah ikut dengan kami berdua jadi, mereka tidak berhak atas harta dari almarhum istri saya ini yang sudah masuk islam," katanya.

Politisi Gerindra ini mengaku, anak-anaknya waktu itu sudah tidak mengabaikan almarhumah walaupun almarhumah selalu memberikan kesempatan untuk bersama-sama masuk Islam, akan tetapi tidak menggubris, dan itu disebut anak durhaka.

"Jika harta ini mereka bisa mewarisi maka kewenangannya pengadilan Perdata bukan Polisi.Silahkan mereka lapor dan gugat ke pengadilan biar kita buktikan," pungkasnya. (red/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini