Perebutan Proyek Perumahan ASN III Belum Tuntas

Editor: BrindoNews.com author photo

 

DPRD Warning Pemprov


Ketua Komisi III DPRD malut Zulkifli Hi. Umar

SOFIFI,BRN – Perebutan Proyek pekerjaan perumahan Aparat Sipil Negara (ASN) III Provinsi Maluku Utara antara dinas Perkim dan PUPR belum mendapatkan titik terang. Sebelumnya proyek tersebut diusulkan dinas Perkim mulai dari pembahasan KUA dan PPAS serta pengesahan Ranperda APBD tahun 2020, akan tetapi perjalan paket tersebut masuk dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dinas PUPR. Selain diusulkan oleh dinas perkim, paket tersebut juga dimasukan dalam perda tahun jamak,dan itu aitem pekerjanya di dinas Perkim.

“ Dinas Perkim yang Usulkan akan tetapi aitem pekerjaan masuk di DPA dinas PUPR, ini kan aneh ”

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara, Zulkifli Umar kepada wartawan mengatakan, memang saat ini paket tersebut dikerjakan oleh dua dinas, bahkan untuk dinas PUPR sendiri sudah mencairkan 15 persen dari jumlah pagu, sementara dinas Perkim belum ada pencairan uang muka.

Olehnya itu DPRD mengingatkan kepada Pemprov untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, kan kalau dipaksakan dua dinas ini mengerjakan satu paket yang sama, kedepan dapat berdampak hukum, sebab di perda tahun jamak dan Perda APBD itu melekat di dinas Perkim.

Politisi PKS ini menambahkan, otak-atik paket ini ada dugaan permainan oknum pegawai Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) dan menurut info oknum tersebut sudah di copot dari jabatanya.

“ Saya dengar masalah diduga kuat salah satu kabid di Bappeda yang otak-atik paket tersebut untuk dimasukan ke DPA Dinas PUPR”.

Harusnya, pemprov segara menyelesaikan problem ini, sebab saat ini sudah masuk triulan III, dan tidak lama lagi akan dibahas Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD) tahun 2021. Selain itu juga untuk mengetahui siapa actor dibalik masalah tersebut. 

Dirinya menambahkan, bedasarkan hasil rapat dengan dinas PUPR dan Sekprov, masalh ini sementara di tangani oleh(red/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini