Penyalahgunaan DD dan ADD di Halmahera Timur Naik Penyidikan

Editor: BrindoNews.com author photo

Adri Notanubun.

Kejaksaan Negeri Halmahera Timur meningkatkan status penanganan kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa Foli, Kecamatan Wasile Tengah ke tingkat penyidikan. Naiknya status perkara ini setelah ditemukannya dua alat bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri Haltim Adri Notanubun menyebutkan, dugaan penyalahgunaan dana desa dan anggaran dana desa Foli ini terjadi pada tahun anggaran 2018 dan 2019.

“Sementara ini kami masih menghitung kerugian negara. Menurut hasil hitungan penyidik, ditemukan lebih dari Rp. 250 juta,” kata Adri ketika ditemui brindonews di Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Timur, Selasa 22 Juni. 

Adri menyatakan kasus ini menjadi super prioritas. Kendati begitu, Adri mengatakan bakal melibatkan inspektorat setempat dalam proses penghitungan kerugian keuangan negara, termasuk pelibatan dalam pembinaan pemerintah desa.

“Kalau buktinya sudah lengkap, maka proses selanjutnya sampai pada persidangan. Berharap kepada seluruh kepala desa yang ada di Halmahera Timur agar tidak salah mengunakan DD ataupun ADD”.

“Pengolahan anggaran harus tepat sasaran sehingga tidak ada penyimpangan atau terindikasi menyalahgunakan anggaran. Untuk memalisir, kami selalu melakukan penyuluhan hukum dalam memberikan kesadaran kepada masyarakat,” sebutnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini