Menyoal Kebijakan Kadinkes Halmahera Selatan yang Copot PTT Kesehatan

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi pemutusan kontrak.

Pemerintahan Halmahera Selatan dibawah kompas Bupati dan Wakil Bupati  Usman Sidik-Bassam Kasuba dipastikan berjalan untung rugi.

Pasalnya, politisi PKB yang dilantik menjadi kepala nahkoda di Bumi Saruma pada 24 Mei 2021 di Puncak Gosale ini belakangan membuat kebijakan yang mengagetkan.

Salah satunya adalah pencopotan dan pemindahan wilayah kerja terhadap bawahannya yang dianggap tidak atau kurang disiplin sebagai aparatur sipil negara atau ASN. Kebijakan copot-mencopot inipun diduga mulai di “copy-paste” oleh Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Hasna Muhammad.

Hasna Muhammad diketahui telah meneken surat nomor 974/880/2021 pada Senin 7 Juni 2020. Surat perihal pemberhentian tenaga kontrak kesehatan tersebut salah satu korbannya adalah Iksan U. Basra. Iksan merupakan staf di Puskesmas Babang, Kecamatan Bacan Timur.

”Iya, saya sudah menerima surat pemecatan dari kadinkes,” kata Iksan yang juga Bendahara Pimpimam Daerah Pemuda Muhammadiyah Halmahera Selatan ini.

Surat pemberhentian tenaga kontrak kesehatan terhadap Iksan U. Basra.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Halmahera Selatan Samsir Hamajen menyikapi ikhwal tersebut. Samsir menilai, kebijakan Hasna Muhammad terkesan mencari popularitas kinerja dihadapan atasan.

Samsir berpendapat keputusan memberhentikan pegawai tidak tetap atau PTT terbilang prematur dan terburu-buru. Padahal, pemberhentian harus ada evaluasi atasan.

“PTT menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan masyarakat di puskemas PTT bukan PNS. Jangan kemudian memecat PTT kesehatan hanya untuk mendapatkan penilaian baik oleh bupati.,” ujarnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini