Bupati Halbar Suport Konsep Para-Para Emas Dari Kadistan Malut

Editor: brindonews.com


Foto Bersama, Bupati Halbar, Kadistan Malut dan KNPI Maluku Utara


SOFIFI,BRN
- Bupati Halmahera Barat James Uang merespon baik bahkan mendukung  proyek perubahan Parapara Emas Kepala Dinas Pertanian Malut M Rizal Ismail di  Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Proyek perubahan tersebut secara resmi dilaunching oleh Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba dihadiri oleh sejumlah pimpinan SKPD, serta staf Dinas Pertanian Malut, Rabu (2/6/2021).

Bupati Halbar James Uang saat dikonfirmasi wartawan mengaku proyek perubahan para-para emas ini sangat kaitannya dengan visi-misi Pemda Halbar dalam mensejahterakan masyarakat petani.”pilot projects Para-para emas ini sebagai pintu masuk masyarakat petani kelapa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, untuk itu Pemda Halbar sangat mendukung penuh,”katanya.

James menjelaskan, mata pencaharian masyarakat Halmahera Barat sebagai besar merupakan petani bahkan 90 persen itu petani kelapa, akan tetapi selama ini pengelolaan produksi kepala oleh masyarakat itu hanya kopra, akibatnya pada saat harga kopra turun sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat

”Selama ini kita hanya andalkan produk tunggal, yakni kopra hitam. Ketika harga anjlok, semuanya menjerit. Dengan adanya program menjadi pintu masuk untuk lebih meningkatkan kesejahteraan petani kelapa yang ada di Halbar,” ujarnya.

James menambahkan, pemerintah Halbar telah menyiapkan langkah-langkah untuk mendukung kelancaran program tersebut. Selain pembentukan kelompok tani, Pemkab Halbar juga akan meberikan dukungan anggaran.” Kami tetap mendorong potensi sumber daya  di Halbar yang menjadi sektor unggulan untuk dikelola secara maksimal, guna lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”bebernya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Malut M Rizal Ismail menjelaskan bahwa  pilot projects dari program Parapara Emas bertajuk  Kelapa Berharga, Petani Sejahtera, Ekonomi Maluku Utara Stabil. Program tersebut bakal dikembangkan ke kabupaten dan kota lainnya di Maluku Utara untuk mendorong ekonomi masyarakat petani kelapa.

Menurutnya, lewat gagasan ini akan merubah produk kelapa yang tadinya hanya dimanfaatkan untuk kopra, akan diambil air kelapa dibuat menjadi natadecoco. Begitu juga tempurung kelapa akan dimanfaatkan jadi arang sampai proses jadi briket, kemudian sabut kelapa bisa diolah menjadi cocopeat dan cocofiber, bahkan bisa dibuat tali tambang.”Padahal, buah, air, dan sabuk kelapa ini bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang nilai jualnya tinggi,”katanya.

Bahkan untuk pasar sendiri, kata Rizal sudah di depan mata,  ada tambang emas di NHM, Weda Bay, tambang emas dan nickel di Obi. Selama ini tali tambang dari sabut kelapa ini dibeli di Jogja, kenapa kita tidak buat. “ sekarang kita mulai dan di Jailolo, Halbar, sudah ada contoh mulai bergera. Begitu juga natadecoco dan arang,” jelas mantan Pj Bupati Halbar itu.

Pihaknya juga telah melakukan MoU dengan pengusaha nasional untuk ekspor arang, sabut kelapa, dan natadecoco.

“Sekarang produk sudah ada, pasar sudah ada, kelembagaan juga sudah, tinggal kita kelola agar berjalan dengan baik. Dengan begitu, pendapatan petani kelapa bisa meningkat dan kesejahteraan petani tercapai,” jelasnya.

Gagasan para-para emas ini, kata dia, dimulai dari Halbar sebagai salah satu daerah terdekat yang bisa dijangkau. Ke depannya jika sudah berjalan dengan baik, akan dibuat di daerah lainnya di Malut.(red/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini